JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Koordinator Menteri Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, mengungkapkan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah berhasil menjaga kedaulatan dan integritas negara selama 79 tahun. Tjahjanto menyatakan bahwa sebagai seorang patriot dan pahlawan bangsa, TNI konsisten dalam mempertahankan, mendukung, dan mempertanggungjawabkan ideologi negara Pancasila. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah video ucapan selamat yang diunggah pada akun Instagram resmi TNI, @puspentni, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun TNI. Sebagai mantan Panglima TNI yang menjabat dari 2017 hingga 2021, Tjahjanto menegaskan bahwa keberhasilan ini dicapai melalui berbagai strategi yang telah diterapkan. Ia menjelaskan bahwa pendekatan modern dan pandangan adaptif TNI terhadap perkembangan terkini membuatnya tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di dalam upaya tersebut, TNI secara aktif melakukan modernisasi sistem pertahanan, memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa kini kepada para prajurit, serta menyesuaikan diri dalam menjawab tantangan geopolitik yang muncul. TNI, yang didirikan 79 tahun lalu, diharapkan akan terus berkontribusi pada negara dengan memperkuat kemampuan pertahanan dan menjaga kedaulatan bangsa. Tjahjanto juga mengingatkan kepada seluruh anggota TNI untuk terus menghayati sumpah prajurit dan menjalankan delapan kewajiban TNI. Ini semua demi mewujudkan visi TNI sebagai lembaga yang Utama, Profesional, Responsif, Terintegrasi, Modern, dan Adaptif. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesionalisme TNI perlu dipertahankan dan sinergi antara angkatan bersenjata harus ditingkatkan untuk kepentingan negara. Perayaan ulang tahun TNI yang ke-79 akan berlangsung pada 5 Oktober 2024. Selain itu, Kepala Staf Angkatan Udara Indonesia, Marsekal Mohamad Tonny Harjono, juga menyampaikan apresiasi serta harapannya untuk kemajuan institusi militer. “Bersama rakyat, TNI siap mengawasi kepemimpinan nasional menuju Indonesia yang lebih maju,” ujarnya. ANTARA