JAKARTA –
**Borneonews - Paris**, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris mempersembahkan karya-karya kreatif para desainer Indonesia dalam acara *Fête de l'Archipel* (Festival Nusantara) yang berlangsung di Paris, Prancis pada Kamis, 3 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan keindahan dan bakat luar biasa desainer-desainer muda Tanah Air. Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, dalam keterangannya menyampaikan bahwa meskipun Indonesia memiliki banyak desainer berbakat, sangat sedikit dari mereka yang memiliki kesempatan untuk tampil di salah satu pusat mode terbesar di dunia. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan platform bagi desainer-desainer muda agar dapat menunjukkan karya mereka di Paris. Menurut Dubes Oemar, *Fête de l'Archipel* bukan hanya sekadar panggung fashion, tetapi juga merupakan partisipasi dalam upaya promosi yang komprehensif untuk memperbaiki citra positif Indonesia di mata publik Prancis. Ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis. Pagelaran busana ini berlangsung dari 26 September hingga 13 November 2024, menampilkan koleksi dari 12 perancang muda Indonesia. Di antara mereka adalah Adia Lavani, Artkea, Ayu Dyah Andari, Christin Wu, Jenna & Kaia, Jewel Rocks, Maquinn, Nada Puspita, Party, Shirosima, Varyan, dan Zeta Prive. Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan dihadiri oleh lebih dari 200 pengamat mode, pelaku bisnis, serta influencer fesyen yang keenakan. Pagelaran ini tahun ini mendapat dukungan dari berbagai institusi dan perusahaan, termasuk PT Pertamina International Exploration and Production (PIEP), Maurel et Prom, Bank Indonesia London, Kementerian Perdagangan, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebagai bagian dari rangkaian acara, para desainer Indonesia juga berkesempatan untuk ikut serta dalam *Paris Fashion Week*, sebuah pertunjukan seni di International School of Paris, serta Malam Budaya Indonesia. Selain itu, mereka merayakan 100 tahun sastrawan Indonesia A.A. Navis di UNESCO, sebuah pengakuan atas kontribusi dan pengaruh karya sastra Indonesia dalam konteks global. ANTARA