JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan hingga saat ini dirinya belum menerima informasi terkait apakah pimpinan DPR RI akan tetap memperoleh fasilitas rumah dinas. Hal ini terjadi setelah ketetapan mengenai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029 tidak akan lagi menerima rumah dinas sebagai bagian dari fasilitas mereka, melainkan akan digantikan dengan tunjangan perumahan. Dasco menjelaskan bahwa per 30 September 2024, semua fasilitas termasuk rumah dinas yang diberikan kepada pimpinan DPR telah diserahterimakan. Saat memberikan keterangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ia menyebutkan bahwa rumah dinas tersebut sudah dikembalikan dan saat ini ia tinggal di rumah pribadinya. "Saya belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang rumah dinas pimpinan, justru karena saya sudah mengembalikannya sebelum pelantikan DPR RI periode 2024-2029 yang berlangsung pada 1 Oktober," ungkap Dasco yang kini kembali menjabat sebagai Wakil Ketua DPR untuk yang kedua kalinya. Ia juga menyampaikan bahwa diskusi mengenai tunjangan dan fasilitas lain kemungkinan baru akan dilakukan pada minggu depan. Hal ini disebabkan pelaksanaan pelantikan anggota dan pimpinan DPR yang baru saja berlangsung, sehingga fokus utama saat ini masih pada rangkaian acara tersebut. Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, menambahkan bahwa pimpinan DPR RI tidak akan mendapatkan tunjangan perumahan atau rumah dinas yang selama ini diberikan. Berdasarkan informasi dari Kementerian Keuangan, pimpinan DPR tidak lagi berhak atas tunjangan yang sama seperti yang diterima oleh anggota DPR RI periode mendatang. "Fasilitas rumah dinas bagi pimpinan DPR sebelumnya sudah ada," lanjut Indra. Sebelumnya, pada tanggal 3 Oktober 2024, telah beredar Surat Sekretariat Jenderal DPR RI Nomor B/733/RT.01/09/2024 yang berisi tentang penyerahan kembali rumah jabatan anggota. Surat yang ditandatangani pada 25 September 2024 ini menginstruksikan semua anggota DPR, baik yang terpilih maupun yang tidak terpilih, untuk mengosongkan rumah dinas mereka masing-masing. ANTARA