**Borneonews - Ambon**, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Ambon menunjukkan komitmen kuat dalam upaya mempercepat pengurangan kasus stunting di wilayah setempat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, mereka menetapkan target penurunan kasus ini menjadi di bawah 14 persen, dengan sasaran spesifik 11,38 persen, seperti disampaikan oleh Penjabat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ambon, Desy Kaya, pada hari Jumat.
Dalam pernyataannya, Desy menjelaskan bahwa untuk mencegah dan mengurangi angka kekerdilan pada balita di Kota Ambon, sinergi dari semua elemen sangat dibutuhkan. Keterlibatan tidak hanya pemerintah, tetapi juga TP PKK dan para kader posyandu sangat penting dalam inisiatif ini.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh TPPS dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi pemerintah daerah (OPD) serta TP PKK dalam penanganan stunting. Permasalahan stunting bukan hanya menjadi isu nasional, tetapi juga diakui sebagai tantangan global yang mempengaruhi pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Desy mengemukakan bahwa masalah stunting memiliki dampak yang signifikan dan merugikan, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ia berharap agar angka stunting di Kota Ambon dapat mengalami penurunan yang lebih berarti. Keterlibatan semua pihak sangat penting untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Ambon menunjukkan bahwa jumlah kasus stunting mengalami fluktuasi. Pada tahun 2021 tercatat 798 kasus, yang kemudian mengalami penurunan cukup drastis pada tahun 2022 menjadi 472 kasus. Namun, penurunan ini kembali berlanjut di tahun 2023 dengan 364 kasus, meski kemudian mengalami kenaikan di tahun 2024 menjadi 435 kasus.
Desy juga menekankan perlunya sinergi di antara semua kader dan tim satgas, yang beroperasi dari tingkat kecamatan hingga kelurahan dan desa/negeri, bersama dengan aparat TNI dan Polri. Ia mengajak seluruh pihak untuk membangun kerja sama yang baik dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, melakukan pendekatan langsung dari rumah ke rumah untuk mencegah stunting. Langkah ini akan lebih efektif jika difokuskan pada kelompok yang menjadi sasaran, yaitu ibu hamil, anak balita, dan calon pengantin.
ANTARA
Ambon Targetkan Penurunan Stunting di Bawah 14 Persen dengan Sinergi
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea
Pemkab Kobar Dorong Untama Jadi PTN dan Buka Fakultas Kedokteran
Acara Pemakaman di Gereja Yordania Diserang, Tujuh Orang Tewas
Kabut Asap Tebal Ganggu Penyeberangan Feri Mawar Kuala Kapuas
Pelaku Penggelapan Pajak Rp1,1 Miliar Diserahkan ke Jaksa
Tinggalkan HP di Saku Motor, Warga Kapuas Kehilangan Ponsel di Kawasan Masjid Agung Al Mukarram
Komentar (0)
Memuat komentar…






