**Borneonews - Manokwari**, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat sedang berusaha untuk meningkatkan efektivitas penerapan sistem *Integrasi Layanan Primer* (ILP) di berbagai fasilitas kesehatan, baik yang berada di tingkat pertama maupun yang lebih lanjut. Upaya ini difokuskan pada tujuh kabupaten yang mencakup Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Kaimana, dan Kabupaten Fakfak.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Alwan Rimosan, mengungkapkan bahwa ILP berfungsi untuk menyelaraskan semua jenis layanan kesehatan primer yang tersedia, seperti puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu. Transformasi ini bertujuan untuk memperkuat mutu dan kualitas layanan kesehatan di tingkat primer, yang direncanakan akan diperluas secara bertahap ke seluruh kabupaten di wilayah Papua Barat.
Rimosan menambahkan, tim Dinas Kesehatan telah melakukan studi banding di salah satu puskesmas di Garut, Jawa Barat, yang telah berhasil menerapkan sistem ILP dengan baik. Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Papua Barat akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari untuk melaksanakan uji coba penerapan ILP di Puskesmas Prafi.
Untuk memastikan pelaksanaan uji coba berjalan dengan sukses, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan advokasi kepada pemerintah kabupaten setempat. Rimosan menyatakan bahwa setelah penerapan di Puskesmas Prafi, langkah selanjutnya adalah memperluas penerapan ILP ke puskesmas lainnya di Papua Barat.
Lebih lanjut, Rimosan juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali program promosi kesehatan keliling. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat. Dalam konteks ini, Dinas Kesehatan sangat memerlukan dukungan dari masyarakat, termasuk peran kader kesehatan seperti kader posyandu, kader lanjut usia, dan kader malaria untuk membantu dalam pencegahan penularan penyakit.
"Kader-kader kesehatan ini harus diperkuat karena jumlah tenaga kesehatan yang tersedia masih terbatas. Mereka memiliki peran krusial dalam mengedukasi masyarakat," tutup Alwan Rimosan.
ANTARA
Dinkes Papua Barat Optimalkan Integrasi Layanan Kesehatan Primer
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







