PALANGKARAYA –
**Borneonews - Muara Teweh**, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, yang terletak di Kalimantan Tengah, telah meluncurkan sebuah inisiatif baru bernama "Labu Air". Program ini merupakan layanan ambulans gratis untuk pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. Dalam acara peluncuran yang berlangsung di Muara Teweh, Penjabat Bupati Barito Utara, Muhlis, menyampaikan rasa apresiasi dan penghargaan kepada Direktur RSUD Muara Teweh. Ia mengungkapkan harapan bahwa proyek ini akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Barito Utara, khususnya bagi yang berada di dalam Kota Muara Teweh. Muhlis juga memberikan penghargaan kepada Bank BNI dan BSI Muara Teweh atas sumbangan kendaraan ambulans yang diberikan kepada RSUD. Ia berharap agar program "Labu Air" dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh masyarakat di Barito Utara di masa mendatang. Saat ini, layanan ambulans yang disediakan masih terbatas pada pengantaran pasien dari rumah ke RSUD Muara Teweh. Dalam sambutannya, Muhlis berharap agar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kepala BPJS Cabang Muara Teweh, serta sektor usaha dan perbankan dapat memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hanya bisa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas. Namun, dengan adanya keterlibatan dari sektor usaha dan perbankan, ia optimis bahwa "Labu Air" akan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, dan menjadi sebuah amal bagi semua pihak. Muhlis mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dalam memberikan pelayanan terbaik guna memajukan Barito Utara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Direktur RSUD Muara Teweh, dr. Tiur Maida, menambahkan bahwa "Labu Air" merupakan akronim dari *LAyanan amBUlans Antar pasIen gRatis*. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan di RSUD Muara Teweh dengan menyediakan ambulans gratis bagi warga yang memerlukan layanan *Instalasi Gawat Darurat* (IGD) di dalam wilayah Kota Muara Teweh. "Inisiatif ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari jejaring BNI dan BSI yang akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah," ujar dr. Tiur. Ia menjelaskan bahwa peluncuran program ini dilatarbelakangi oleh laporan mengenai layanan IGD dan *Intensive Care Unit* (ICU) yang menunjukkan jumlah pasien yang dirawat di ICU, yang sebagian besar berasal dari IGD. Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat mengurangi keterlambatan pasien dalam mencapai RSUD (IGD) serta menurunkan tingkat keparahan atau kematian akibat keterlambatan penanganan dalam situasi darurat. Prosedur pemesanan untuk layanan "Labu Air" dilakukan melalui call center atau langsung ke Service Center di IGD yang aktif 24 jam, yang telah dilengkapi dengan tenaga medis dan sopir ambulans. "Diharapkan seluruh petugas dapat melaksanakan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, didukung oleh pemerintah daerah serta semua stakeholder, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama," kata dr. Tiur. Ia juga menekankan bahwa inovasi "Labu Air" bersifat sosial dan dibuat untuk membantu masyarakat yang belum memiliki akses mobilisasi ke IGD. Meskipun saat ini layanan ini hanya tersedia di dua kelurahan di sekitaran Muara Teweh, ada harapan untuk pengembangan lebih lanjut di masa depan. "Kami berharap ke depannya, dengan dukungan dari pihak jejaring RSUD, program ini bisa meluas ke kecamatan-kecamatan terdekat," tutup dr. Tiur Maida. ANTARA