SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur kini tengah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi seiring dengan pergantian musim yang terjadi saat ini. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa lembaganya telah melakukan sejumlah langkah strategis guna menghadapi potensi bencana seperti banjir dan longsor yang biasanya meningkat saat musim hujan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebagai prioritas utama dalam upaya mengurangi dampak bencana bagi masyarakat. BPBD juga telah melakukan berbagai koordinasi dengan pemangku kepentingan di masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dalam proses persiapan ini, pihaknya berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan menghadapi bencana. Identifikasi wilayah-wilayah dengan risiko banjir dan penentuan titik-titik tertentu untuk mendirikan posko darurat telah dilaksanakan sebagai langkah awal. Gatot menuturkan, BPBD Jawa Timur bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, termasuk perahu penyelamat dan logistik, serta kebutuhan dasar lainnya yang mungkin dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena dampak bencana. Ia memastikan bahwa semua perlengkapan, termasuk perahu karet dan logistik, sudah disiapkan di beberapa titik yang diprediksi akan terkena dampak bencana. Lebih lanjut, BPBD juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca. Kolaborasi ini penting untuk menentukan waktu puncak curah hujan yang berpotensi menyebabkan banjir. Gatot menjelaskan bahwa dengan menjalin koordinasi yang intensif dengan BMKG, mereka dapat mendapatkan informasi akurat mengenai kapan hujan deras diperkirakan terjadi. Informasi ini akan membantu dalam pemetaan wilayah yang terancam banjir dan mempersiapkan evakuasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman. Ketika mengetahui kapan dan di mana hujan deras berpotensi terjadi, BPBD dapat mengatur proses evakuasi dengan lebih baik dan menyiapkan respons yang tepat. BPBD juga telah mengidentifikasi berbagai titik rawan bencana di seluruh provinsi. Utamanya, daerah yang seringkali terlanda banjir dan longsor saat musim hujan menjadi fokus perhatian. Dalam upaya ini, BPBD, bersama pihak terkait, telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk mendirikan posko-posko siaga bencana di lokasi strategis. Posko-posko ini akan berfungsi sebagai pusat koordinasi selama masa tanggap darurat dan dilengkapi dengan logistik yang memadai. BPBD berkomitmen untuk terus memantau perkembangan cuaca, dan jika terindikasi meningkatnya risiko, tim akan segera mengambil tindakan. Persiapan posko di daerah rawan banjir dan longsor, beserta peralatan dan sumber daya pendukung, telah dilakukan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan bencana. ANTARA