BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 9 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi kendala akses internet karena tergolong sebagai desa blankspot, di mana sinyal telekomunikasi tidak memadai.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim, yang berupaya mencari solusi dengan mengajukan bantuan perangkat VSAT melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Menurut Kepala DPMD Kotim, Raihansyah, pihaknya telah menyusun beberapa proposal untuk diajukan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.
“Kami bersama Kominfo sudah mengajukan beberapa proposal kepada pemerintah pusat untuk meminta bantuan alat VSAT. Harapan kami, pada tahun 2025 permasalahan blankspot ini bisa teratasi,” kata Raihansyah, Jumat, 4 Oktober 2024.
Bantuan perangkat VSAT (Very Small Aperture Terminal) diharapkan dapat menjadi solusi sementara bagi desa-desa tersebut agar terhubung dengan akses internet.
VSAT merupakan teknologi satelit yang dapat menyediakan layanan internet di daerah terpencil yang belum terjangkau oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Raihansyah menambahkan upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kotim dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. (DEWI PATMALASARI/R)









