**Borneonews - Cirebon**, Pemerintah Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan di Jawa Barat telah menandatangani sebuah perjanjian kerja sama yang bertujuan untuk penanggulangan bencana. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu kedua wilayah dalam mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana, terutama selama musim hujan yang sering kali memicu berbagai masalah, seperti banjir dan tanah longsor.
Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengungkapkan bahwa perjanjian kerja sama ini ditandatangani pada hari ini. Dia menjelaskan bahwa fokus utama dari kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dalam menghadapi bencana yang kerap terjadi di kedua daerah tersebut. Dengan adanya kerjasama yang lebih terencana, diharapkan dampak dari bencana dapat diminimalkan melalui strategi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Wahyu menekankan pentingnya menjalin sinergi antarkabupaten, mengingat bencana memiliki karakteristik yang dapat melintasi batas administratif. Dia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat upaya mitigasi yang dilakukan di masing-masing daerah.
Dalam upaya mendukung efektivitas kerja sama ini, kedua kabupaten telah menyusun rencana aksi yang konkret. Salah satu langkah yang diambil adalah pelaksanaan pelatihan bersama bagi para petugas penanggulangan bencana. "Kami berkomitmen untuk memastikan setiap wilayah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dalam menghadapi situasi darurat. Pelatihan ini akan mencakup teknik evakuasi, penyelamatan, dan pengelolaan logistik saat terjadi bencana," ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidajat, menjelaskan bahwa sebelum perjanjian ini ditandatangani, pihaknya telah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Tujuannya adalah untuk mengatasi potensi banjir yang mungkin muncul di Cirebon akibat aliran air dari Kuningan.
Iip menambahkan, BBWS telah memberikan komitmen untuk membangun infrastruktur tangkapan sedimen yang dapat menangkap material tanah, pasir, dan sampah. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kerusakan pada lahan pertanian yang terdampak.
Dalam perjanjian ini, Pemkab Cirebon dan Kuningan juga sepakat untuk saling bertukar informasi yang berkaitan dengan penanganan bencana, pemantauan ketinggian air, pengelolaan pasokan air, serta pengelolaan debit air dari Waduk Darma menuju Cirebon. Selain itu, kedua kabupaten berencana untuk merehabilitasi lahan di sepanjang sempadan sungai, guna menghindari kemungkinan terjadinya luapan air saat musim hujan.
Iip berharap kolaborasi ini akan semakin memperkuat kesiapsiagaan kedua daerah dalam menghadapi bencana. Dia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kelestarian sungai dan lingkungan sekitarnya.
ANTARA
Kerja Sama Cirebon dan Kuningan untuk Penanggulangan Bencana
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







