BORNEONEWS, Sampit - Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku pembakar lahan di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, pada Minggu (14/8/2016) lalu.
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan hingga saat ini mereka masih melakukan pemeriksaan terhadapa para saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi tersebut. Police line juga sudah dipasang sebagai tanda bahwa lahan yangterbakar itu merupakan pantauan mereka.
“Untuk pemilik lahan yang terbakar itu belum jelas siapa, namun kami bersam TNI tetap melakukan penyelidikan mendalam akan hal itu,” ujar Hendra, Jumat (19/8/2016).
Hendra menyebutkan, terbakarnya lahan tersbeut diduga kuat memang ada yang melakukannya. Namun dirinya belum tahu persis apakah secara disengaja maupun tidak. Apalagi tidak terlalu jauh dari lokasi ada lahan sawit milik perorangan. Sehingga sejumlah saksi akan terus kami periksa.
Untuk lahan yang terbakar sendiri, Hendra mengatakan hanya sekitar 55 hektar hingga 60 hektar saja. Hal itu diketahuinya setelah tim dari mapolres melakukan peninjauan beberapa waktu lalu dengan menggunakan drone.
“Stelah kami cek, ternyata yang terbakar bukan ratusan hektar, melainkan hanya 55 hektar saja,” kata Hendra.
Ada dua blok lahan yang terbakar itu, dimana satu bluk mencapai 20 hektar, dan satu blok lagi dengan memanjang sekitar 35 hektar.
Sementara pada Jumat (19/8/2016) ini, ada 31 titik panas yang terpantau di Kalimantan Tengah. Namun untuk di Kotim nihil. Dengan adnaya hal itu, Hendra hanyaberharap agar warga tidak lagi berani membakar lahannya. Karena yang dirugikan tidak hanya mereka, namun seluruh warga daerah ini. (M HAMIM/m)








