BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada September 2024, seluruh kota Indeks Harga Konsumen atau IHK di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi year-on-year atau y-on-y.
"Dari empat kabupaten/kota yang ada, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 1,98 persen dengan IHK mencapai 107,19. Sebaliknya, inflasi y-on-y terendah tercatat di Kabupaten Kapuas dengan angka 1,24 persen dan IHK sebesar 105,84," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Jumat, 4 Oktober 2024.
Secara month-to-month atau m-to-m, katanya, tiga kabupaten/kota di Kalteng mengalami inflasi, sementara satu kabupaten mengalami deflasi. Inflasi m-to-m tertinggi tercatat di Kabupaten Kapuas dengan angka 0,14 persen.
Di sisi lain, Kabupaten Sukamara menjadi satu-satunya kabupaten yang mengalami deflasi m-to-m sebesar 0,10 persen.
"Inflasi y-on-y di Kalteng dipengaruhi oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran," tuturnya.
Kenaikan ini terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi di wilayah tersebut.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
"Deflasi m-to-m di Kabupaten Sukamara menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas," bebernya.
Penurunan ini, lanjutnya, mungkin disebabkan oleh faktor musiman atau kebijakan lokal yang berhasil menekan harga komoditas tertentu. Namun, secara keseluruhan, inflasi di Kalimantan Tengah masih berada dalam batas yang wajar.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat bahwa inflasi y-on-y di provinsi ini masih lebih rendah dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Indonesia.
"Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan harga, tingkat inflasi di Kalimantan Tengah masih terkendali dan tidak memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perekonomian lokal," bebernya.
Dengan demikian, katanya, meskipun ada fluktuasi harga yang menyebabkan inflasi dan deflasi di beberapa kabupaten/kota, secara keseluruhan, kondisi ekonomi di Kalimantan Tengah pada September 2024 masih stabil.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau dan mengendalikan harga komoditas untuk menjaga stabilitas ekonomi di masa mendatang.(TESTI PRISCILLA/R)









