**Borneonews - Kuningan**, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaksanakan program edukasi investasi bagi 1.000 mahasiswa di Universitas Kuningan, Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan dan melindungi generasi muda dari praktik investasi ilegal atau *bodong*.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa kuliah umum yang bertajuk CIREMAI, atau Cerdas Investasi Bagi Generasi Mandiri Finansial, merupakan bagian dari upaya edukasi yang menyasar kaum muda. "Program ini dirancang sebagai langkah pencegahan terhadap meningkatnya investasi ilegal yang sering kali menargetkan mahasiswa yang belum memiliki pemahaman yang baik tentang cara berinvestasi yang aman," ungkap Inarno saat acara berlangsung di Kuningan.
Inarno menambahkan, OJK Mengajar adalah program yang diadakan untuk mengajak mahasiswa di Kuningan berbagi pengetahuan mengenai investasi yang aman dan bertanggung jawab. Literasi finansial menjadi penting untuk mencegah mereka terjerumus dalam investasi *bodong* atau ilegal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun Kuningan saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang tergolong kecil, potensi di sektor investasi, khususnya dalam pasar modal dan instrumen keuangan lainnya, sangat besar. Dengan meningkatnya literasi keuangan, diharapkan jumlah investor yang cerdas dan teredukasi di daerah ini akan semakin bertambah, sehingga dapat membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi setempat.
"Kami tidak hanya memperkenalkan investasi, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai cara berinvestasi yang benar," katanya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kuningan, Iip Hidajat, menggarisbawahi pentingnya memiliki pengetahuan serta sikap hati-hati dalam menghadap perkembangan era digital. Hal ini terutama mengingat akses yang mudah terhadap layanan keuangan dan investasi digital.
Dia menekankan, kemudahan akses yang ditawarkan oleh perangkat digital perlu diimbangi dengan sikap kritis dan rasional, terutama saat menghadapi tawaran investasi yang terlihat menjanjikan tetapi sering berakhir pada penipuan. "Kita sering mendengar tentang kasus investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan skema keuangan lain yang merugikan. Intinya, setiap skema keuangan harus didasarkan pada ilmu pengetahuan dan logika yang kuat," tegas Iip.
Iip juga memberikan imbauan kepada mahasiswa agar selalu waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Dia menyarankan agar mereka segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada OJK. "Jika sesuatu terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan, besar kemungkinan itu adalah penipuan. Kita semua wajib berhati-hati dan berperan aktif dalam melindungi masyarakat dari praktik keuangan yang ilegal," tuturnya.
ANTARA
OJK Edukasi Mahasiswa Kuningan untuk Cerdas Berinvestasi
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Survei IPO: Meutya Hafid Masuk 10 Besar Menteri Berkinerja Terbaik
Guru SDN di Banjarmasin Jadi Tersangka Pelecehan Siswi 12 Tahun
Mentan: Pengadaan Bulog Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Triple-double Embiid bawa 76ers Kalahkan Bucks 127-116
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Komentar (0)
Memuat komentar…







