PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah bersama Institut Agama Islam Negeri atau IAIN Palangka Raya menggelar kuliah umum bertema "Waspada Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online:

Perlindungan Diri Di Era Digital" untuk 250 mahasiswa Fakultas Syariah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan mahasiswa, sejalan dengan misi Indonesia Emas 2045.

Acara yang berlangsung di Aula Bundar Asmaul Husna IAIN Palangka Raya ini dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Palangka Raya dan dihadiri oleh Wakil Dekan 1, Ketua Jurusan, Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Ketua Prodi Hukum Tata Negara, Ketua Prodi Keluarga Islam, serta para dosen.

Kegiatan ini juga mendukung Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia atau SNLKI 2021-2025 yang menargetkan mahasiswa sebagai salah satu kelompok prioritas penerima program edukasi keuangan.

Dalam sambutannya, Maman Surahman, staf Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Kalteng, mengingatkan mahasiswa akan bahaya pinjaman online atau pinjol ilegal, investasi ilegal, dan judi online atau judol yang semakin marak.

"Selalu ingat 2L, yaitu legal dan logis. Cek terlebih dahulu legalitas dan izin entitas yang menawarkan produk serta layanan keuangan, serta pastikan bahwa keuntungan, imbal hasil atau bunga yang ditawarkan logis dan wajar," kata Maman dalam rilisnya pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Maman juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak dan menghindari gaya hidup konsumtif yang dipengaruhi oleh fenomena YOLO atau You Only Live Once, FOMO atau Fear of Missing Out, dan FOPO atau Fear of Others People Opinion.

Menurutnya, gaya hidup seperti ini dapat mendorong mahasiswa untuk berhutang demi memenuhi standar hidup yang tidak realistis.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa mengenai pentingnya literasi keuangan dan risiko yang terkait dengan pinjaman ilegal dan judi online. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan dan terhindar dari praktik-praktik yang merugikan," tegasnya.

OJK dan IAIN Palangka Raya berkomitmen untuk terus memberikan edukasi keuangan kepada mahasiswa sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya literasi keuangan.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera," tutupnya.(TESTI PRISCILLA/R)