**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk mengurangi risiko kebakaran listrik dengan menerapkan standar keamanan yang lebih ketat. Inisiatif ini mencakup penggunaan alat pengaman terhadap arus bocor serta pengawasan yang ketat terhadap instalasi listrik di berbagai bangunan penting dan lingkungan perumahan.
Jisman P. Hutajulu yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Ketenagalistrikan menyampaikan bahwa saat ini masih ada banyak kekhawatiran terkait keamanan dalam penggunaan listrik. Dalam sebuah acara penghargaan keselamatan ketenagalistrikan, beliau menegaskan perlunya langkah-langkah preventif untuk mengatasi masalah kebakaran listrik yang disebabkan oleh arus bocor.
Kementerian ESDM menyoroti bahwa kebakaran listrik umumnya diakibatkan oleh arus bocor yang tidak terdeteksi. "Kebakaran seringkali disebabkan oleh arus bocor, tanpa memandang apakah itu hasil dari insiden kebakaran atau kesetrum," ujarnya. Oleh karena itu, penting untuk mengimplementasikan solusi yang tepat agar arus bocor tersebut dapat dikelola dengan efektif.
Dalam rangka memastikan keselamatan instalasi listrik, penggunaan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan penerapan standar keselamatan menjadi sangat penting. Meskipun peralatan yang digunakan memenuhi standar nasional, Jisman mengingatkan bahwa risiko kebakaran tetap ada jika tidak disertai dengan langkah pencegahan yang lebih ketat.
Di antara langkah yang disarankan adalah penggunaan alat pengaman arus bocor, seperti *Residual Current Breaker with Overcurrent* (RCBO), yang berfungsi untuk memutus arus listrik saat mendeteksi kebocoran. Alat ini tidak hanya berfungsi mencegah kebakaran, tetapi juga melindungi pengguna dari kejutan listrik serta mencegah kerusakan lebih lanjut pada instalasi.
Kementerian ESDM juga berencana melakukan studi mendalam guna mengukur potensi bahaya kebakaran di berbagai gedung. Penelitian ini akan mencakup pendataan dan pengukuran arus bocor khususnya di lokasi-lokasi penting seperti pasar dan gedung-gedung pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko yang lebih tinggi.
Dalam upaya pengumpulan data, Kementerian ESDM berharap untuk menjalin kerja sama dengan konsultan dan pemegang SLO dalam pelaksanaan pengukuran di lapangan. Hasil dari analisis data ini diharapkan dapat dijadikan dasar untuk pengambilan kebijakan yang lebih efektif demi pencegahan kebakaran.
Lebih lanjut, Jisman mencadangkan pembentukan tim khusus yang bertugas memantau kondisi instalasi listrik di berbagai gedung. Data yang diperoleh dari pengukuran ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Jakarta.
Kementerian ESDM juga memberikan perhatian serius terhadap adopsi standar keselamatan listrik yang lebih ketat, serupa dengan yang diterapkan di negara-negara maju. Di negara-negara tersebut, perusahaan listrik lokal terus memantau instalasi listrik untuk mencegah terjadinya arus bocor.
Selain itu, kementerian ini juga mendorong pemegang SLO agar lebih meningkatkan standar keselamatan instalasi listrik dengan tujuan menjadikan ini bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari budaya keselamatan yang harus dijiwai oleh seluruh masyarakat.
"Diharapkan dengan memenuhi beberapa aspek keselamatan ketenagalistrikan, keselamatan ini tidak hanya dilihat sebagai kewajiban, namun dapat menjadi budaya yang terus ditingkatkan di seluruh lapisan masyarakat," tutup Jisman.
ANTARA
Pencegahan Kebakaran Listrik, ESDM Terapkan Standar Keamanan Ketat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polsek Katingan Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Tumbang Sanamang
Puluhan Calon Jamaah Umrah Terpaksa Naik Kapal Dampak Terganggunya Penerbangan di Kobar
Kemenhub: Seluruh Penumpang dan Awak Pesawat Asian One Selamat
Bobon Santoso Hubungi Seskab Teddy, Bantuan Presiden untuk Korban Asap Karhutla Palangka Raya Disiapkan
Terekam CCTV Membobol Warung di Kuala Kapuas, Barang Curian Dikembalikan
Kebakaran Rumah di Desa Kujan Berhasil Dipadamkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







