**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prabunindya Revolusi, mengungkapkan bahwa strategi pembangunan yang berfokus pada *Indonesiasentris* di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi salah satu alasan utama kenyamanan publik terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Statistik dari sejumlah lembaga survei di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah mencapai lebih dari 70 persen. Prabu menjelaskan bahwa pendekatan *Indonesiasentris*, yang berupaya memprioritaskan pembangunan di luar Jawa, adalah terobosan yang signifikan. Hal ini, kata Prabu, khususnya memberikan kepuasan bagi masyarakat di daerah luar pulau Jawa.
Meskipun pada awal implementasinya, strategi ini menghadapi tantangan yang cukup besar lantaran faktor geografis dan kendala lain di daerah-daerah pinggiran, namun dalam satu dekade terakhir terbukti efektif. Keberhasilan ini berdampak positif nyata, salah satunya adalah peningkatan mobilitas masyarakat, yang berkontribusi pada tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Jokowi.
Lebih lanjut, Prabu menambahkan bahwa selain *Indonesiasentris*, stabilitas dalam sektor ekonomi dan sosial juga menjadi faktor penentu kepuasan masyarakat. Meskipun Indonesia mengalami dampak dari pandemi COVID-19 serta fluktuasi politik global, pertumbuhan ekonomi nasional tetap bertahan dengan rata-rata peningkatan sebesar 5 persen per tahun di bawah kepemimpinan Jokowi.
"Dampak dari kebijakan ini dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi," ujar Prabu.
Salah satu referensi yang mendukung klaim ini adalah survei dari Litbang Kompas. Survei berlangsung antara 27 Mei hingga 2 Juni 2024, melibatkan sekitar 50 pertanyaan mengenai berbagai isu mulai dari harga bahan pokok, transportasi, hingga pelayanan publik. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin mencapai 75,6 persen.
General Manager Litbang Kompas, Ignatius Kristanto, menambahkan bahwa survei tersebut mengelompokkan hasil ke dalam empat kategori besar: politik-keamanan, ekonomi, kesejahteraan sosial, dan penegakan hukum. Dari semua kategori tersebut, kepuasan tertinggi diperoleh di sektor politik-keamanan, diikuti oleh ekonomi dan kesejahteraan sosial.
"Menariknya, walaupun tingkat kepuasan publik biasanya cenderung menurun di akhir masa jabatan presiden sebelumnya, pada kepemimpinan Jokowi justru menunjukkan peningkatan," jelas Ignatius.
Poin-poin tersebut menggambarkan bagaimana kebijakan dan strategi pembangunan yang diterapkan oleh mantan walikota Solo ini berhasil membangun kepercayaan dan kepuasan publik selama masa jabatannya.
ANTARA
Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Mencapai 75,6 Persen, Ini Alasannya
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Komentar (0)
Memuat komentar…







