**Borneonews - Lhokseumawe**, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Aceh terus mengintensifkan upaya untuk mencegah penggunaan bahan berbahaya dalam produk makanan dan minuman, terutama di warung kopi yang tersebar di wilayah Aceh. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melaksanakan pengujian sampel pangan yang aman, dengan fokus pada Kota Lhokseumawe.
Rosihan Maulana Arby, yang merupakan bagian dari Tim Informasi Komunikasi BPOM Aceh, menyampaikan bahwa kegiatan pengujian di Lhokseumawe ini dilaksanakan bekerja sama dengan Satuan Karya Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lhokseumawe. Pengujian ini menyasar beberapa warung kopi di daerah tersebut.
Kegiatan ini dinilai sangat krusial untuk melindungi konsumen dari produk yang mungkin tidak memenuhi standar keamanan. "Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap warung kopi di Lhokseumawe hanya menawarkan produk yang layak dan aman untuk dikonsumsi," jelas Rosihan. Ia menekankan pentingnya langkah ini agar masyarakat bisa menikmati makanan dan minuman tanpa khawatir akan bahaya yang mungkin terkandung di dalamnya.
Rosihan menambahkan bahwa intervensi ini merupakan bagian dari inovasi yang diperkenalkan oleh BPOM Aceh, yang dikenal dengan nama *Sanger Ureung Aceh*. Inisiatif ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta kualitas pangan yang beredar di masyarakat. Dalam aktivitas tersebut, BPOM Aceh bersama dengan Saka POM melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap produk yang dijual di warung kopi. Pengujian sederhana juga dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya, seperti *formalin* dan *boraks*.
Tidak hanya melakukan pengujian, BPOM Aceh juga berupaya memberikan edukasi kepada para pemilik warung mengenai pentingnya menjaga keamanan pangan, demi keselamatan konsumen. Berdasarkan hasil pengawasan, mayoritas warung kopi di Lhokseumawe sudah mampu menjual produk yang telah memperoleh izin edar.
"Pengujian sederhana yang dilaksanakan pada makanan yang dijual menunjukkan bahwa produk-produk tersebut aman dan bebas dari bahan berbahaya," ungkapnya lebih lanjut.
Rosihan menekankan bahwa BPOM Aceh berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keamanan pangan. Diharapkan kegiatan semacam ini akan terus mendorong kesadaran pelaku usaha dan masyarakat di Lhokseumawe dalam memastikan keamanan produk makanan dan minuman yang mereka tawarkan.
"Kami berharap melalui kegiatan ini, para pelaku usaha semakin memperhatikan kualitas dan keamanan produk yang disediakan untuk konsumen," tutup Rosihan.
ANTARA
BPOM Aceh Cegah Bahan Berbahaya di Warung Kopi Lhokseumawe
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
Komentar (0)
Memuat komentar…







