**Borneonews - Batulicin** Satuan Tugas Pangan yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, kini aktif melakukan pemantauan harga serta persediaan bahan kebutuhan pokok menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan pada 27 November 2024.
Hamaludin Tahir, selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri) Kabupaten Tanah Bumbu, menjelaskan bahwa tim Satgas Pangan telah melakukan pengawasan terhadap ketersediaan barang di Pasar Ampera yang terletak di Kecamatan Simpang Empat, serta beberapa distributor lokal. Ia menyatakan, "Alhamdulillah, hasil monitoring yang kami lakukan menunjukkan bahwa stok bahan pokok di pasar dan distributor masih tergolong aman hingga akhir tahun."
Lebih lanjut, Hamaludin menjelaskan bahwa Satgas Pangan berfokus untuk memeriksa ketersediaan dan harga kebutuhan pokok dengan harapan dapat menjaga stabilitas harga setelah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjelang pilkada. Proses pemantauan ini juga mencakup perhatian terhadap jalur distribusi bahan pokok di wilayah Tanah Bumbu untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan barang yang dapat menyebabkan lonjakan harga.
Untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok, Satgas Pangan memberikan imbauan kepada para pedagang di pasar tradisional agar dapat bekerja sama. Hamaludin berharap, "Semoga kondisi kestabilan pasokan ini dapat bertahan untuk waktu yang lama sehingga tidak terjadi peningkatan harga di pasar tradisional."
Dari hasil pantauan yang dilakukan, Hamaludin menyebutkan bahwa harga bahan pokok menunjukkan kecenderungan mengalami kenaikan dalam jumlah yang tidak signifikan atau masih dalam batas yang wajar, sementara beberapa kebutuhan pokok lainnya justru menunjukkan penurunan harga.
Sebagai contohnya, harga komoditas seperti cabai dan bawang tetap tinggi, dikarenakan tingginya permintaan dari konsumen. Hal ini berimbas pada stok yang tidak mencukupi sebagai salah satu penyebab kenaikan harga. Di samping itu, kenaikan tarif angkutan barang ke Kabupaten Tanah Bumbu juga turut berkontribusi terhadap melesatnya harga bahan pokok.
Terjadi pula kenaikan harga yang cukup signifikan pada ayam sekitar akhir September hingga awal Oktober 2024, yang disebabkan oleh tingginya permintaan di Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pada sisi lain, Hamaludin mencatat beberapa penurunan harga pada bahan pokok. Misalnya, harga Beras Unus Mutiara lokal turun dari Rp16.000 per liter menjadi Rp11.250 per liter, atau penurunan sebesar Rp4.750. Begitu juga dengan Beras Mayang yang mengalami penurunan dari Rp17.600 menjadi Rp13.750 per liter, sedangkan Beras Siam turun dari Rp14.300 menjadi Rp10.740 per liter.
Beberapa harga lainnya mencerminkan kestabilan seperti jagung yang mencapai Rp10.000 per kilogram. Akan tetapi, kacang hijau mengalami penurunan dari Rp30.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, sementara harga kacang tanah melambung sedikit dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram. Kenaikan juga terlihat pada kedelai yang melonjak dari Rp12.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.
Di sektor sayuran, harga cabai merah besar mengalami pengetatan dari Rp5.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mengalami penyesuaian dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, untuk bawang merah, harga turun sedikit dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kilogram, tetapi bawang putih meningkat dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Dalam perkembangan lainnya, harga daging sapi tetap stabil di angka Rp160.000 per kilogram, sedangkan daging ayam potong ukuran sedang merangkak naik dari Rp23.000 per ekor menjadi Rp40.000 per ekor.
Sebagai penutup, harga beberapa komoditas seperti gula pasir dari Rp17.000 per kilogram naik menjadi Rp18.000 per kilogram, dan harga minyak goreng merek Bimoli yang meningkat dari Rp20.000 per liter menjadi Rp22.000 per liter.
ANTARA
Pemantauan Harga Bahan Pokok Jelang Pilkada di Tanah Bumbu
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Kemendikdasmen Beri Fleksibilitas Susulan TKA untuk Wilayah Karhutla
James T. Collins: Hilangnya Bahasa Daerah Ancam Identitas Etnis Dayak Tola'
Bupati Gumas Dukung Polri Berantas Sarang Narkoba secara Berkelanjutan
Pemkab Kobar Dorong Akses Keuangan Merata, UMKM hingga Masyarakat Desa Jadi Sasaran
Menteri PKP Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pengadaan
Komentar (0)
Memuat komentar…







