**Borneonews - Balikpapan**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkolaborasi dengan Bank Dunia untuk mengadakan pertemuan yang difokuskan pada implementasi program pengurangan emisi berbayar. Program ini dikenal dengan nama *Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund* (FCPF-CF) dan telah diimplementasikan di wilayah Kaltim.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa Kaltim kini telah menjadi referensi bagi daerah-daerah lain, sehingga menjadi tanggung jawabnya untuk memastikan keberhasilan kerjasama dengan Bank Dunia dalam penyelenggaraan program ini. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membahas berbagai hal terkait implementasi FCPF di Kalimantan Timur.
Acara pertemuan yang bertajuk *Meeting on East Kalimantan Emission Reduction Program* ini dihadiri oleh Sri Wahyuni bersama dengan Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Ujang Rachmad, serta Kepala Biro Perekonomian, Iwan Darmawan. Mereka juga didampingi oleh tim teknis dari program FCPF-CF Kaltim.
Dari pihak Bank Dunia, hadir sejumlah pejabat penting, antara lain Direktur Wilayah Asia Timur untuk Vertikal Planet, Ms. Anna Wellenstein, serta berbagai manajer dan spesialis dari departemen terkait, termasuk Mr. Christophe Crepin dan Mr. Janmejay Singh.
Sri Wahyuni menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran delegasi Bank Dunia dan menyatakan bahwa merupakan suatu kehormatan dapat berdiskusi dengan Ms. Wellenstein dan timnya. "Pertemuan ini sangat signifikan, terutama karena kami memerlukan koordinasi yang intensif dengan Bank Dunia mengenai implementasi FCPF," ungkapnya.
Sebagai informasi, Kaltim telah berhasil tampil sebagai contoh baik pada tingkat regional maupun nasional dalam pelaksanaan program pendanaan karbon, yang bekerja sama dengan Bank Dunia melalui pengelolaan tutupan lahan yang efektif.
Ms. Anna Wellenstein juga menyampaikan bahwa Bank Dunia bersama dengan Pemerintah Indonesia memiliki visi yang serupa, yaitu untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya karbon. "Tujuan pertemuan ini adalah untuk memastikan bahwa program FCPF dapat berjalan dengan lancar di Kalimantan Timur," tambahnya.
Pada *Meeting on East Kalimantan Emission Reduction Program* tersebut, juga diadakan diskusi dan dialog mengenai implementasi lebih lanjut dari Program FCPF serta pelaksanaan Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Pandiatapa) di daerah tersebut. Dialog ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program dalam mengurangi emisi dan melestarikan lingkungan di Kalimantan Timur.
ANTARA
Pemprov Kaltim dan Bank Dunia Bahas Implementasi Program FCPF
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemkab Gumas Tingkatkan Kapasitas Perempuan
Sejumlah Relawan Alami Sesak Napas saat Tangani Karhutla di SMAN 3 Kapuas
Tabrak Bundaran 0 Kilometer Sampit, Sopir Mini Bus Sepakat Biayai Perbaikan
Wamenaker: Standar Kompetensi yang Jelas Dukung Pengembangan SDM
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







