JAKARTA –
**Borneonews - Teheran**, Serangan udara terbaru yang diluncurkan oleh rezim Israel di Lebanon telah menyebabkan ditutupnya jalur evakuasi yang krusial antara Lebanon dan Suriah. Tindakan agresif yang semakin meningkat ini menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Lembah Bekaa, Baalbek-Hermel, bagian selatan Lebanon, pinggiran selatan Beirut, serta jalur utama yang menghubungkan perbatasan kedua negara tersebut, khususnya di titik-titik penyeberangan Masnaa dan Jdeidet Yabous. Akibat dari serangan tersebut, aktivitas transportasi antara Suriah dan Lebanon terhenti total di kedua arah. Serangan Israel juga meluas hingga ke Kota Nabi Shayth yang berada di wilayah Bekaa, timur Lebanon, dan menjangkau dataran tinggi Janta. Tidak hanya itu, pesawat tempur Israel mengincar Kota Aitat yang terletak di bagian selatan Lebanon. Sejak tanggal 23 September, Israel telah melakukan serangan udara yang masif, yang secara resmi disebutkan bertujuan untuk menargetkan posisi Hizbullah di seluruh wilayah Lebanon. Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 1.100 jiwa diperkirakan telah melayang akibat aksi militer ini. Menanggapi serangan tersebut, kelompok Hizbullah juga melakukan pembalasan dengan melancarkan serangkaian serangan terhadap posisi-posisi Israel yang berada di wilayah pendudukan utara. Dan dalam beberapa hari belakangan ini, Hizbullah telah menembakkan ratusan roket yang ditujukan kepada posisi strategis Israel, meningkatkan ketegangan yang sudah memuncak di kawasan tersebut. ANTARA