PADANG –
**Borneonews - Solok**, Pemerintah Kota Solok yang terletak di Sumatera Barat, melalui Dinas Kesehatan setempat, berkomitmen untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut. Upaya ini menjadi fokus utama dalam program kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Elvi Rosanti, menyatakan bahwa untuk mencapai penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), diperlukan empat strategi utama. Keempat strategi tersebut meliputi perhatian yang tepat pada masa sebelum hamil, selama masa kehamilan, saat persalinan, dan setelah proses melahirkan. Selain itu, perhatian kepada bayi baru lahir juga menjadi bagian penting dari upaya ini. Pada masa sebelum kehamilan, dilakukan skrining untuk memastikan kesehatan calon ibu. Edukasi tentang gizi dan kesehatan reproduksi disampaikan kepada remaja putri, calon pengantin, maupun pasangan usia subur. Penekanan pada perencanaan kehamilan yang sehat melalui deteksi dini dan pelayanan kesehatan sangatlah penting. Dinas Kesehatan Kota Solok juga telah mengadakan pertemuan untuk membangun evaluasi jejaring terkait skrining layak hamil, *antenatal care* (ANC), dan penanganan stunting. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menjadi acara formal, tetapi merupakan langkah nyata dalam upaya menyelamatkan ibu dan bayi. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi, khususnya pada masa sebelum dan selama kehamilan, menjadi prioritas utama. Elvi menegaskan bahwa kesehatan ibu merupakan landasan penting bagi kelahiran generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Melalui program skrining layak hamil dan *ANC* yang terintegrasi, Dinas Kesehatan berharap dapat memastikan setiap kehamilan adalah hasil yang disengaja dan dipersiapkan dengan baik. Ia menambahkan, "Kami semua berharap agar Kota Solok bebas dari stunting, sehingga dapat menjadi kota yang berkah, maju, dan sejahtera." Melalui upaya terencana ini, Pemkot Solok berupaya mewujudkan visi dan misi kesehatan masyarakat yang lebih baik. ANTARA