BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jembatan kayu ulin di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Kumpai Batu Bawah (KBB), Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kondisinya memprihatinkan, jembatan dengan dimensi tiga kali lima meter tersebut jebol di bagian lantai.


Jebolnya lantai jembatan dengan diameter hampir satu meter ini diduga diakibatkan ketidakmampuan jembatan menahan beban kendaraan yang melintas.


Padahal, jembatan tersebut merupakan akses utama yang kerap dilalui masyarakat ketika mendistribusikan hasil produksi pertanian menuju Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya.


Jebolnya lantai jembatan tersebut mengakibatkan kendaraan roda empat dan sejenisnya tidak bisa lewat dan harus memutar melalui jalur lain yang jaraknya lebih jauh. Sementara ini hanya kendaraan roda dua yang dapat  melintas.


Kepala Desa Kumpai Batu Bawah (KBB), Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Bambang Silihwarno memaparkan Jembatan Jalan Sudirman tersebut sejatinya dalam dua tahun terakhir sudah beberapa kali mengalami kerusakan, pasalnya dengan intensitas kendaraan yang semakin meningkat jembatan tersebut sudah tidak relevan lagi dan selayaknya diganti jembatan permanen dengan konstruksi beton agar lebih kokoh.


"Jalan Jenderal Sudirman ini kan salah satu outer ringroad ke beberapa desa dan kecamatan, jadi kami mengharapkan baik jembatan maupun jalan dilakukan pembenahan dalam rangka mendukung mobilitas penduduk," harap Bambang, saat dikonfirmasi Borneonews, di ruang kerjanya, Jumat (19/8/2016).


Ia menambahkan, akses transportasi yang memadai akan memacu pertumbuhan dan pembangunan di desanya, bukan saja pembangunan infrastruktur tetapi juga sumber daya manusia. Menurutnya, untuk menuju masyarakat yang madani, harus ada keseimbangan dan sinergitas antara pembangunan manusia dan pembangunan infrastruktur.


"Harus ada keseimbangan dan sinergitas positif untuk menuju masyarakat madani," pungkas dia.


Sementara itu dari pantauan Borneonews, di Desa Kumpai Batu Atas banyak akses jalan penghubung yang kondisinya rusak dan penuh lubang, hal ini terlihat di jalan penghubung antara Desa Karang Anyar menuju Kumpai Batu Bawah, maupun menuju Kumpai Batu Atas (KBA). (KOKO SULISTYO/m)