JAKARTA –
**Borneonews - Ankara**, Komite Internasional Palang Merah (*International Committee of the Red Cross/ICRC*) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan mendesak bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah. Dalam situasi yang terus memburuk, organisasi ini menyerukan perlunya menjaga keselamatan warga sipil di tengah meningkatnya kekerasan. Nicolas Von Arx, Direktur Regional ICRC, mengungkapkan keprihatinan mendalam mengenai risiko yang dihadapi oleh masyarakat sipil. Dia memperingatkan bahwa jika kekerasan terus berlanjut, dampak yang akan dialami oleh warga sipil dapat sangat besar dan tidak terukur. Dalam pernyataannya, dia menegaskan pentingnya menghindari serangan yang tidak terarah di kawasan yang padat penduduk. ICRC juga mengikuti perkembangan yang membahayakan situasi bagi kelompok-kelompok rentan seperti anak-anak dan orang lanjut usia yang semakin berpotensi mengalami risiko tinggi. Penurunan akses terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya semakin memperburuk kondisi mereka. Selain itu, organisasi ini memfokuskan perhatian pada perlindungan untuk tenaga kesehatan dan fasilitas medis. Dalam hal ini, ICRC menekankan bahwa ambulans, rumah sakit, serta para petugas medis harus dilindungi dari segala bentuk ancaman. Para pihak yang terlibat dalam konfliknya juga diingatkan untuk mempertimbangkan kebutuhan dasar masyarakat. Ini mencakup pasokan air, makanan, dan akses terhadap perawatan medis. ICRC menekankan pentingnya memfasilitasi akses yang cepat dan tanpa hambatan bagi semua organisasi bantuan kemanusiaan yang bersifat netral dan tidak memihak. Dalam konteks ini, ICRC menyatakan bahwa mereka sedang meningkatkan upaya untuk membantu di wilayah tersebut. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa besarnya kebutuhan yang ada bisa segera melampaui kemampuan organisasi kemanusiaan yang ada saat ini. ANTARA