BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rapat pertemuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dengan para warga yang terlibat konflik sengketa lahan dengan TNI AU Iskandar Pangkalan Bun, diundur. Sebab, terdapat beberapa warga yang masih berada di luar daerah atau tak dapat hadiri rapat bersama Pansus DPRD.
Ketua Pansus DPRD Kobar, Akhmad Subandi menjelaskan, rapat bersama warga terlibat konflik lahan TNI AU ini awalnya diagendakan dapat digelar pada Kamis (18/8) dan Jumat (19/8). Namun ada permintaan dari warga agar rapat yang dimaksud ditunda. Lantaran masih terdapat beberapa warga yang masih belum bisa hadir, atau tidak berada di tempat.
"Harusnya kita laksanakan hari Kamis atau Jumat. Tapi ada permintaan dari warga agar rapat pertemuan itu diundur. Ada beberapa warga yang masih belum pulang dari luar kota. Belum tahu diundur sampai kapan. Tergantun warga," terang Akhmad Subandi, Jumat (19/8).
Akhmad Subandi yang juga Ketua Komisi A DPRD Kobar ini menyatakan, tidak sembarang warga pihaknya undang untuk hadir ke DPRD. Hanya warga saksi hidup riwayat kepemilikan lahan, dan atau yang terlibat langsung dalam konflik sengketa lahan TNI AU saja yang diundang. Terutama warga yang memiliki alas hak sah kepemilikan lahan yang jadi persengketaan dengan TNI AU.
"Kita maunya yang hadir itu adalah warga yang betul-betul memiliki bukti kepemilikan yang valid. Misalnya lahan yang dimiliki itu berasal dari membeli, harus jelas dari siapa dan kalau perlu pemilik awal juga bisa hadir," katanya.
Terkait laporan beberapa warga di Gang Banteng, Kelurahan Sidorejo, yang mengaku tidak mendapat undangan rapat bersama Pansus. Akhmad Subandi mengatakan, seluruh warga yang terlibat sengketa lahan TNI AU pihaknya undang. Undangan yang dimaksud dilakukan oleh pansus melalui pihak pemerintah kelurahan masing-masing.
"Seharusnya tanya ke pihak kelurahan. Kita sudah koordinasi dengan pihak kelurahan untuk undangan kepada warga itu. Ada tiga kelurahan, Kelurahan Sidorejo, Kelurahan Madurejo dan Kelurahan Baru. Pihak kecamatan juga tahu." (RADEN ARYO/m)








