JAKARTA –
**Borneonews - Jenewa**, Organisasi Kesehatan Dunia (*World Health Organization* atau WHO) mengumumkan rencananya untuk memulai tahap kedua kampanye vaksinasi polio di Jalur Gaza pada tanggal 14 Oktober 2024. Pernyataan ini disampaikan oleh Ayadil Saparbekov, yang menjabat sebagai pemimpin tim untuk keadaan darurat kesehatan di wilayah Palestina yang terjajah. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jenewa, Saparbekov menyampaikan harapan bahwa seluruh proses vaksinasi dapat diselesaikan pada tanggal 29 Oktober 2024. Dia juga mengungkapkan bahwa tanggal-tanggal penting ini telah dikomunikasikan kepada pihak berwenang Israel. Sebuah pertemuan dijadwalkan akan berlangsung pada hari Ahad, 6 Oktober, untuk memastikan apakah jadwal tersebut dapat dipastikan. Saparbekov menambahkan, "Kami telah meminta kepada otoritas Israel untuk mempertimbangkan pengaturan serupa seperti yang kami terapkan pada putaran pertama, yang mereka sebut sebagai 'jeda taktis' selama waktu kampanye berlangsung." Hal ini menunjukkan upaya WHO untuk memastikan bahwa vaksinasi dapat dilakukan dengan baik di tengah kondisi sulit. Pada putaran pertama kampanye vaksinasi polio di Gaza, yang berlangsung di tengah jeda pertempuran berdasarkan wilayah, pelaksanaan berakhir pada tanggal 13 September 2024. Kampanye tersebut berhasil mencapai lebih dari 560.000 anak-anak di seluruh Jalur Gaza, yang oleh WHO disebut sebagai sebuah "kesuksesan besar." Ini menjadi tanda positif bagi upaya pencegahan penyakit polio di kawasan tersebut, meskipun tantangan tetap ada. Kegiatan vaksinasi ini penting untuk melindungi anak-anak dari virus polio, penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. WHO terus berkomitmen dalam menghadirkan kesehatan yang lebih baik di wilayah yang mengalami konflik dengan memahami dinamika sosial dan politik setempat. ANTARA