KENDARI –
**Borneonews - Kolaka**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kolaka melakukan perubahan terhadap jadwal kampanye untuk pemilihan kepala daerah 2024. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung antara KPU, Sekretaris Daerah Ramli Sima, pemangku kepentingan, serta perwakilan dari masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati, disepakati penyesuaian jadwal untuk debat publik calon bupati. Ketua KPU Kolaka, Abdul Rahman, memimpin pertemuan yang berlangsung di Kolaka pada hari Jumat. Ia mengungkapkan bahwa debat publik untuk calon bupati yang semula direncanakan pada 7 Oktober 2024, kini akan digeser menjadi 15 Oktober 2024. Perubahan ini disebabkan oleh surat pemberitahuan dari KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menyatakan bahwa akan ada kirab Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 Oktober 2024. Kirab ini akan dimulai dari KPU Kabupaten Kolaka Utara dan berakhir di KPU Kabupaten Bombana. Abdul Rahman, yang akrab disapa Om Jack, menjelaskan bahwa KPU Kolaka turut berpartisipasi dalam kegiatan kirab tersebut, sehingga mengharuskan perubahan jadwal debat calon bupati. Meskipun terjadi penyesuaian pada acara debat ini, dia memastikan bahwa jadwal untuk debat lainnya, yang telah disepakati sebelumnya antara tim penghubung (LO) dan KPU, akan tetap berjalan seperti rencana awal. Lebih lanjut, Rahman memaparkan bahwa serangkaian debat calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Debat publik pertama akan diadakan untuk calon bupati, diikuti oleh debat wakil bupati, dan terakhir masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati. "Debat publik untuk calon bupati dijadwalkan pada 15 Oktober, sedangkan debat untuk calon wakil bupati akan dilangsungkan pada 26 Oktober. Debat terakhir untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati direncanakan pada 16 November 2024," jelasnya. Untuk diketahui, pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kolaka, terdapat dua pasangan calon yang bertarung. Pasangan pertama adalah Amri Jamaluddin dan Husmaluddin (dikenal dengan nama Beramal) yang diusung oleh partai Gerindra, Demokrat, Nasdem, PAN, Golkar, PPP, PKB, Hanura, PSI, Gelora, dan PKN. Sementara itu, pasangan kedua, Muhammad Jayadin dan Deni Germanto (disingkat Jadi), didukung oleh partai PDIP, PKS, Perindo, Ummat, dan partai Garuda. ANTARA