BANJARMASIN –
**Borneonews - Hulu Sungai Tengah** Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Pemkab HST) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memasukkan data Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab dan ABK) tahun 2024 ke dalam aplikasi Sistem Monitoring Evaluasi Analisa Jabatan, yang dikenal dengan sebutan *SIMONA*. Dalam kegiatan tersebut, Analis Kebijakan Ahli Madya dari Bagian Kelembagaan dan Analisa Jabatan Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kemendagri, Kandi Istriningsih, bersama dua analis lainnya, Enggaria Ratna Dewi Kartika dan Titi Rohmah, memberikan pelatihan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemkab HST yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat. Faried Fakhmansyah, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati HST, mengungkapkan bahwa peserta kegiatan terdiri dari seluruh pejabat dan petugas yang bertanggung jawab atas aplikasi Anjab dan ABK *SIMONA* di perangkat daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Faried menekankan bahwa asistensi dari Kemendagri mengenai penginputan Anjab dan ABK ini sangat penting, sekaligus merupakan langkah untuk menyusun dokumen evaluasi jabatan Pemkab HST untuk periode 2024. Beliau menjelaskan, "Birokrasi dibangun untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga peningkatan kapasitas ASN sangatlah penting. Terlebih, Pemkab HST telah memperoleh penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dengan predikat nilai yang sangat baik. Oleh karena itu, harus ada hubungan yang erat antara pencapaian tersebut dengan kesejahteraan masyarakat." Faried juga menjelaskan bahwa SAKIP merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan perencanaan, penganggaran kinerja, dan sistem keuangan, sehingga setiap pengeluaran uang harus memberikan manfaat yang jelas. Ia melanjutkan bahwa birokrasi adalah ujung tombak dari analisis jabatan dan analisis beban kerja, sedangkan evaluasi jabatan berkaitan dengan pelayanan publik. Dari analisis jabatan, rincian tugas dapat terlihat secara jelas, sedangkan analisis beban kerja bertujuan untuk menilai efektivitas kerja dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kesempatan ini, Faried mendorong kepada para pejabat terkait untuk memanfaatkan peluang ini guna meningkatkan kapasitas demi mencapai visi dan misi daerah. Pendekatan ini bisa dilakukan melalui bimbingan teknis atau pertemuan seperti kegiatan asistensi yang dipandu oleh Kemendagri. "Saya berharap setiap perangkat daerah dapat memanfaatkan kemampuan dan kewenangannya demi kebaikan daerah, menuju birokrasi yang baik dan pemerintahan berkelas dunia, yaitu yang profesional, efektif, efisien, cepat, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," terangnya. M. Rusdiyanto, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten HST, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memverifikasi apakah terdapat kekurangan dalam penginputan pada aplikasi *SIMONA* untuk tahun 2024. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk persiapan penginputan di aplikasi *SIMONA* tahun 2025. ANTARA