JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada hari Jumat, melakukan pertemuan di Moskow dengan Amir Khan Muttaqi, penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan yang berasal dari pemerintahan interim Taliban. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk membahas berbagai isu yang menjadi fokus kerjasama bilateral antara Rusia dan Afganistan, sebagaimana dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, kedua menteri luar negeri menekankan pentingnya mekanisme negosiasi yang berlangsung di tingkat regional dalam konteks situasi di Afganistan. Mereka memberikan penekanan khusus pada format konsultasi yang dikenal sebagai *Moscow Format*. Dalam diskusi tersebut, mereka juga menegaskan bahwa intervensi atau pemaksaan dari luar tidak efektif dalam membentuk perkembangan internal di Afganistan. Lebih lanjut, kedua belah pihak bersepakat mengenai pentingnya menjaga hubungan politik yang didasarkan pada saling kepercayaan. Mereka juga berkomitmen untuk memajukan kerjasama di bidang perdagangan dan ekonomi yang saling menguntungkan, dengan fokus khusus pada sektor energi dan pertanian di mana terdapat potensi kolaborasi yang besar melalui proyek-proyek bersama. Setelah pertemuan bilateral tersebut, kedua diplomat terkemuka turut ambil bagian dalam pembukaan pertemuan keenam *Moscow Format Consultations* mengenai Afganistan. Pertemuan ini berlangsung di tingkat perwakilan khusus dan pejabat senior untuk tahun ini. Kementerian tersebut mencatat bahwa negara-negara pengamat tidak berpartisipasi dalam pertemuan ini. Hanya perwakilan tetap dari negara-negara seperti Rusia, India, Iran, Kazakhstan, Kirgistan, China, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan yang hadir. Amir Muttaqi, sebagai "tamu kehormatan," memimpin delegasi yang terdiri dari sejumlah individu. Kedua pertemuan—baik di tingkat menteri maupun dalam format *Moscow Format*—dilaksanakan secara tertutup. Namun demikian, kementerian mengindikasikan bahwa diskusi berfokus pada langkah-langkah untuk mempercepat proses rekonsiliasi nasional di Afganistan serta meningkatkan kerjasama praktis antara negara-negara regional dan Kabul dalam berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, penanggulangan terorisme, dan pemerantasan narkoba. Situasi di Afganistan mengalami perubahan signifikan ketika Taliban kembali berkuasa di Kabul pada 25 Agustus 2021, lebih dari tiga tahun yang lalu. ANTARA