SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menekankan kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Semarang, M. Khadik, untuk aktif dalam menyelesaikan tugas-tugas yang masih menyisakan pekerjaan rumah (PR). Ita, sapaan akrab Hevearita, menjelaskan bahwa keberadaan Pj Sekda membawa kekuasaan penuh dalam pengambilan keputusan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsolidasi dan koordinasi, serta mempercepat penyelesaian berbagai tugas yang belum tuntas. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pj Sekda dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Semarang. M. Khadik diangkat untuk menggantikan Iswar Aminuddin, Sekda Kota Semarang yang sebelumnya telah menjalani masa pensiun. Ita mengungkapkan bahwa seharusnya penggantian sekda segera dilakukan setelah pensiun, meskipun proses penunjukan harus menunggu izin dari Kementerian Dalam Negeri. "Sesuai prosedur, setelah pensiun seharusnya langsung ada pengganti. Kini dengan adanya Pj ini, saya harap bisa segera melaksanakan tugas agar bisa bekerja dengan maksimal," jelasnya. Terdapat beberapa tugas yang perlu diselesaikan dalam dua bulan mendatang, termasuk mengatasi masalah banjir dan persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak. Mengingat musim hujan telah tiba, Ita meminta agar berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) sigap dalam menghadapi potensi bencana alam, seperti banjir dan angin kencang. Kegiatan yang perlu dilakukan antara lain pengerukan sedimentasi, perampingan pohon, serta perbaikan jalan yang rusak. Dalam hal kekosongan posisi lainnya di tingkat kepala OPD, Pemkot Semarang telah melaksanakan seleksi melalui lelang jabatan dan mengajukan nama-nama kandidat kepada Kementerian Dalam Negeri. "Kami masih menunggu keputusan dari Kemendagri. Untuk sementara, posisi yang kosong akan diisi oleh pelaksana tugas, namun semua tetap dapat berjalan dengan baik," imbuhnya. Di sisi lain, M. Khadik menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan oleh Pemkot Semarang hingga akhir tahun 2024. Dia menyadari bahwa ada sejumlah masalah klasik yang sering muncul saat musim hujan, seperti banjir dan rob, yang harus segera ditangani. "Kami telah melakukan antisipasi sejak musim kemarau, termasuk pengerukan aliran sungai untuk mengurangi risiko banjir," tandasnya. Khadik juga menekankan pentingnya menjaga situasi yang kondusif selama penyelenggaraan pemilihan kepala daerah, serta menegakkan netralitas aparatur sipil negara (ASN). "Dari pihak pemerintah, kami berkomitmen agar ASN tetap netral, agar masyarakat tetap bersatu dan situasi tetap damai serta kondusif," ujarnya. ANTARA