PALANGKARAYA –
**Borneonews - Sampit**, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berkomitmen untuk menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, dan lurah pada penyelenggaraan Pilkada 2024. Hal ini ditempuh agar pelaksanaan pemilihan umum berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi yang berlaku. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotim, Shalahuddin, menekankan bahwa kepentingan masyarakat dan negara harus menjadi prioritas utama. Dalam kesempatan rapat kerja yang melibatkan 168 kepala desa di aula rumah jabatan Bupati Kotim, ia mengingatkan pentingnya menjaga netralitas selama masa kampanye. Fokus utama adalah untuk memastikan bahwa ASN, termasuk kepala desa dan lurah, tetap berada pada posisi netral, terutama mengingat banyaknya perhatian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait isu ini. Selama masa kampanye, Shalahuddin berharap bahwa setiap warga dapat menggunakan hak politiknya secara bebas, tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Harapan ini diutarakan agar proses pilkada berlangsung dengan adil, jujur, dan sesuai dengan asas pemilu, yaitu *langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil*. Meskipun kepala desa dan lurah memiliki hak untuk memilih, Shalahuddin mengingatkan agar pilihan tersebut tetap bersifat pribadi dan tidak memengaruhi netralitas mereka dalam tugas publik. Ia menekankan pentingnya untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam proses pemilihan. "Kita semua memiliki hak pilih, namun harus menghindari tindakan yang dapat menciptakan kerusuhan atau situasi yang tidak diinginkan," ungkapnya. Salah satu kepala desa, Moju Betti Suheru, menyatakan komitmen untuk menjaga netralitas selama Pilkada 2024 dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepala desa harus tetap netral sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Suheru juga menekankan peran vital kepala desa dalam mendukung kelancaran pelaksanaan pemilu tanpa terlibat dalam kampanye atau menunjukkan afiliasi kepada kandidat tertentu, demi menghindari potensi perpecahan di masyarakat. Wakil Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kalteng, Suheru, menambahkan bahwa komitmen menjaga netralitas dipegang teguh agar setiap tahapan Pilkada di desanya dapat berlangsung dengan lancar. Ia mengungkapkan rasa syukur karena sejauh ini semua tahapan telah berlangsung dalam suasana yang aman dan kondusif, dengan harapan kondisi ini akan tetap terjaga hingga penetapan pemimpin terpilih. ANTARA