PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Sugiyanto mengungkapkan bahwa populasi Hewan Penular Rabies atau HPR di Kota Cantik telah mencapai 10.162 ekor.

"HPR itu ada anjing, ada juga kucing, kera, dan musang. Populasi dari kesemuanya itu di Palangka Raya adalah 10.162 ekor," kata Sugiyanto pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Dari jumlah tersebut, lanjut Sugiyanto, minimal 80 persennya harus divaksinasi rabies untuk mencegah penyebaran penyakit rabies yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Sugiyanto menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan setidaknya 9.000 ekor HPR sudah divaksinasi pada akhir tahun ini.

"Kami menargetkan setidaknya 9.000 ekor anjing sudah divaksinasi pada akhir tahun ini," ujar Sugiyanto.

Program vaksinasi ini, katanya, merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk menjaga kesehatan hewan dan manusia melalui program-program kesehatan yang berkelanjutan.

Keberhasilan program vaksinasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis.

Sugiyanto menambahkan bahwa vaksinasi rabies sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

"Kami berharap program ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis," tambahnya.

Palangka Raya terus berkomitmen untuk menjaga kesehatan hewan dan manusia melalui berbagai program kesehatan. Selain vaksinasi rabies, pemerintah kota juga melakukan berbagai kegiatan lain seperti penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi dan perawatan hewan peliharaan.

"Kami terus berkomitmen untuk menjaga kesehatan hewan dan manusia melalui program-program kesehatan yang berkelanjutan," kata Sugiyanto.

Program vaksinasi ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka. Banyak warga yang membawa anjing mereka ke pusat-pusat vaksinasi yang disediakan oleh pemerintah kota.

"Dukungan dari masyarakat sangat penting untuk keberhasilan program ini," ujarnya lagi.

Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan Palangka Raya dapat menjadi kota yang bebas dari rabies dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kesehatan hewan dan manusia.

"Kami berharap Palangka Raya bisa menjadi kota yang bebas dari rabies dan menjadi contoh bagi daerah lain," pungkas Sugiyanto. (TESTI PRISCILLA/j)