BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya telah melaksanakan peringatan Hari Rabies Sedunia pada September lalu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memastikan kesehatan hewan peliharaan dan melindungi masyarakat dari risiko penyakit zoonosis. Program ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Kalimantan Tengah, drh Eko Hari Yuwono.
Menurut drh Eko Hari Yuwono, upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan sekaligus menjaga kesehatan masyarakat.
"Kegiatan tersebut sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia," ujar drh Eko pada Sabtu, 5 Oktober 2024.
Kegiatan tersebut, kata Eko, mencakup berbagai kegiatan seperti vaksinasi massal, pemeriksaan kesehatan hewan , dan edukasi kepada pemilik hewan peliharaan tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan mereka.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap hewan peliharaan mendapatkan perawatan yang layak dan pemiliknya memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara merawat hewan mereka makanya kegiatan tersebut tidak berhenti di momen Hari Rabies Sedunia saja tetapi terus berlanjut dengan dibantu vaksinator yang terus memberikan layanan kepada masyarakat door to door," tambah Kepala UPTD Puskeswan Kalampangan ini lagi.
Selain itu, drh Eko juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dokter hewan, dan masyarakat dalam menjalankan program ini.
"Kerja sama yang baik antara semua pihak akan memastikan program ini berjalan lancar dan mencapai tujuannya," katanya.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga berencana untuk membangun fasilitas kesehatan hewan yang lebih lengkap dan modern. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan peralatan medis terbaru dan tenaga ahli yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi hewan peliharaan.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat Palangka Raya dapat lebih tenang dan merasa aman karena risiko penyakit zoonosis dapat diminimalkan.
"Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menjaga kesehatan hewan dan masyarakat," tutup drh Eko. (TESTI PRISCILLA/j)









