JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan rincian pagu anggaran yang dialokasikan untuk empat bidang infrastruktur penting selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo. Keempat bidang tersebut meliputi sumber daya air, bina marga, cipta karya, dan perumahan. Dari data yang diungkap, untuk bidang sumber daya air, pagu anggaran pada periode pertama (2015-2019) tercatat sebesar Rp171,98 triliun, sedangkan pada periode kedua (2020-2024) meningkat menjadi Rp236,78 triliun. Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S Atmawidjaja, menyampaikan informasi tersebut dalam sebuah konferensi pers. Selanjutnya, terkait dengan bidang bina marga, pencatatan anggaran untuk periode pertama menunjukkan nominal Rp246,75 triliun. Di sisi lain, untuk periode kedua, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp324,64 triliun. Pada bidang cipta karya, terdapat total anggaran sebesar Rp96,35 triliun untuk periode pertama dan Rp126,93 triliun untuk yang kedua. Dalam hal perumahan, untuk periode pertama, pagu yang disediakan mencapai Rp45,04 triliun, sedangkan pada periode kedua angkanya sedikit meningkat menjadi Rp49,73 triliun. Kementerian PUPR tetap berkomitmen dalam mewujudkan infrastruktur yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dari tahun 2014 hingga 2024, Kementerian PUPR telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing serta mendukung pertumbuhan ekonomi Negara. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa infrastruktur memiliki dua peran utama. Pertama, berfungsi sebagai sarana produksi dan penunjang pertumbuhan ekonomi, seperti jalan, jalan tol, energi, dan bendungan. Kedua, infrastruktur sebagai pemenuh layanan dasar, yang mencakup penyediaan air minum, pembangunan jalan dan jembatan, perumahan, sanitasi, serta irigasi. Dalam sektor sumber daya air, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan 53 dari 61 bendungan yang direncanakan. Beberapa bendungan yang telah selesai meliputi Bendungan Sepaku Semoi, Bendungan Ameroro, Bendungan Leuwikeris, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Kuningan. Di sektor bina marga, Direktorat Jenderal dapat melaporkan perkembangan yang signifikan, dengan telah menyelesaikan pembangunan jalan baru sepanjang 5.999 km, serta 125.904 meter jembatan. Selain itu, terdapat 583 jembatan gantung dan pembangunan 27.673 meter flyover/underpass. Dalam bidang permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR berhasil menyelesaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 36.380 liter per detik. Hal ini meningkatkan akses air minum yang layak, mencakup hingga 93% dari populasi total. Penanganan kawasan permukiman juga mencapai 94.321 hektar, sementara akses terhadap sanitasi layak telah mencapai 82% dari total populasi, melayani 13,7 juta kepala keluarga. Di sektor perumahan, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan berhasil membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah dengan dukungan dari APBN melalui Program Sejuta Rumah. Selain itu, terdapat 1,49 juta unit rumah yang dibangun melalui program Rumah Swadaya/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta sejumlah unit rumah khusus dan rumah susun yang juga dibangun untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat. ANTARA