**Borneonews - Lombok Tengah**, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang terkait dengan kenaikan harga beras saat ini. Sekretaris Disperindag, Roro Mulyaningsih, menyampaikan bahwa persediaan beras di daerah tersebut masih cukup berlimpah sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipastikan aman hingga waktu musim tanam berikutnya.
Menurut Roro, meskipun ada kenaikan harga, perubahan tersebut tergolong tidak signifikan. Harga beras tercatat meningkat dari Rp14.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Kenaikan ini sesuai dengan pengamatan yang dilakukan di sejumlah pasar lokal di Lombok Tengah. Ia juga menambahkan bahwa harga untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (*SPHP*) tetap di angka Rp55.000 per paket tanpa adanya kenaikan. "Hanya ada kenaikan sebesar Rp1.000 per kilogram," jelasnya.
Salah satu faktor penyebab kenaikan harga beras ini adalah dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan. Produksi beras pada musim tanam ketiga ini memang tidak sebaik pada musim tanam sebelumnya. Selain itu, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan hari besar keagamaan seperti Maulid juga turut berkontribusi terhadap fluktuasi harga tersebut.
Tak hanya beras, harga kebutuhan pokok lain juga mengalami kenaikan. Harga minyak goreng misalnya, meningkat dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per liter, sementara harga gula pasir naik dari Rp14.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Namun demikian, untuk kebutuhan pokok seperti bumbu dapur, Roro memastikan bahwa harganya tetap stabil dan masih terjangkau oleh masyarakat.
"Produksi yang berkurang ditambah dengan peningkatan kebutuhan dapat mempengaruhi harga di pasar," ucapnya. Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dan tidak melakukan tindakan penimbunan beras, karena stok yang tersedia dijamin aman.
Sebagai langkah proaktif untuk menanggulangi potensi kenaikan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya, pemerintah daerah bersama Bulog akan menggelar pasar murah di beberapa lokasi strategis. Roro menambahkan, "Pasar murah tersebut dijadwalkan akan diadakan kembali pada 18 Oktober 2024 guna mencegah inflasi harga yang lebih tinggi."
ANTARA
Kenaikan Harga Beras di Lombok Tengah, Stok Masih Aman hingga Musim Tanam
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Komentar (0)
Memuat komentar…







