JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan ketidaktahuannya mengenai adanya dugaan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mungkin berupaya memengaruhi pemilihan presiden di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Biden dalam konferensi pers pertamanya di Gedung Putih pada hari Jumat, 4 Oktober. Biden menjelaskan, "Apakah dia mencoba memengaruhi pemilu, saya tidak tahu, tetapi saya tidak memikirkan hal itu." Sikap ini menunjukkan bahwa Presiden Biden tidak ingin terjebak dalam spekulasi mengenai keterlibatan pemimpin asing dalam proses politik di AS. Laporan dari berbagai media di Amerika menyebutkan bahwa beberapa anggota Partai Demokrat, termasuk Senator Chris Murphy, mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi kebijakan agresif Netanyahu di Timur Tengah. Mereka beranggapan bahwa tindakan tersebut dapat memberikan keuntungan bagi kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump. Melalui kebijakan yang diambil, Netanyahu diketahui telah membuka peluang bagi Trump untuk menyatakan bahwa Biden tidak mampu mengatasi konflik yang ada di Timur Tengah. Dalam sebuah wawancara dengan *CNN*, Senator Murphy menyatakan, "Saya tentu khawatir PM Netanyahu mengamati pemilu Amerika saat dia mengambil keputusan mengenai pergerakan militernya di bagian utara Jalur Gaza." Murphy menambahkan, "Saya harap ini tidak benar, tetapi ada kemungkinan bahwa pemerintah Israel tidak akan menandatangani perjanjian diplomatik apa pun sebelum pemilu Amerika, sebagai cara yang berpotensi untuk mencoba memengaruhi hasil pemilu." Di sisi lain, pemerintahan Biden telah berusaha melakukan berbagai pendekatan guna meredakan ketegangan di Gaza dan Lebanon melalui usulan gencatan senjata, meski hingga kini hasilnya belum memuaskan. ANTARA