**Borneonews - Baturaja**, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatera Selatan tengah menyusun program untuk mengembangkan batik *ecoprint* yang menjadi ciri khas daerah ini, sebagai seragam sekolah bagi pelajar.
Kepala Disdik OKU, Topan Indra Fauzi, menjelaskan bahwa batik *ecoprint* adalah teknik pembuatan batik yang memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti daun, bunga, batang, dan ranting pohon, untuk mencetak pola pada kain. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan siswa, karena menggunakan sumber daya yang berasal dari alam.
Topan mengungkapkan bahwa saat ini, pelajar di SMP Negeri 3 OKU telah aktif dalam proses pembuatan seragam sekolah secara mandiri melalui teknik ini. Menurutnya, SMP N 3 OKU menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain dalam mempromosikan pembelajaran yang kreatif dan memberi manfaat tambah bagi siswa-siswinya.
Lebih lanjut, Topan menyampaikan bahwa pengembangan metode pembelajaran kreatif dalam pembuatan batik *ecoprint* perlu dilanjutkan. Ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang berguna bagi para siswa dalam masa depan mereka. "Proses pembuatan batik ini bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan ekonomi kreatif. Kami mengapresiasi dan mendukung penuh aktivitas ini sebagai bekal kreatif bagi para siswa," tambahnya.
Siti Khodijah, seorang guru di SMP N 3 OKU, menambahkan bahwa pelatihan pembuatan batik untuk siswa telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Hasil karya siswa tersebut telah berhasil dipasarkan dengan harga yang wajar. Ia menjelaskan bahwa baju batik *ecoprint* yang dihasilkan kini sudah dikenakan oleh siswa di sekolah pada hari-hari tertentu dalam seminggu.
Saat ini, sekolah mereka juga sedang melakukan pengembangan batik *ecoprint* dengan memanfaatkan bahan dari berbagai jenis tanaman yang ditanam di sekitar lingkungan sekolah, seperti daun jati dan kangkung. "Produksi seragam batik yang kami buat sering kali diikutkan dalam berbagai pameran di tingkat nasional. Kami merasa bangga menjadi bagian dari pengembangan batik di bidang pendidikan, terutama di Kabupaten OKU," jelasnya.
ANTARA
Disdik OKU Kembangkan Batik Ecoprint Sebagai Seragam Sekolah
Bagikan:

PALEMBANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







