**Borneonews - Jakarta**, IX Indobursa Exchange baru saja meluncurkan bursa komoditi berjangka yang bertujuan untuk memfokuskan perhatian pada perdagangan komoditas strategis di Indonesia. Salah satu aspek penting dari inisiatif ini adalah untuk menyediakan referensi harga yang dapat diandalkan bagi perdagangan minyak sawit mentah (CPO).
Agung Rihayanto, Direktur Utama dari IX Indobursa Exchange, menjelaskan bahwa bursa komoditi ini diciptakan untuk meningkatkan transparansi serta efisiensi dalam perdagangan komoditas strategis, terutama CPO. Ia berharap bahwa dengan adanya bursa ini, para pelaku pasar dapat memiliki akses ke informasi harga yang kredibel dan mendukung tata kelola perdagangan komoditi yang lebih baik.
Sebagai negara yang menduduki posisi teratas sebagai produsen CPO di dunia, Indonesia sangat membutuhkan mekanisme perdagangan yang efisien. Kehadiran IX Indobursa Exchange diharapkan dapat berkontribusi terhadap transparansi dan efektivitas dalam perdagangan komoditas, yang dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku industri.
Indobursa Exchange beroperasi sebagai bursa berjangka komoditas yang independen dan dimiliki oleh para pelaku di dunia komoditas fisik. Bursa ini juga menjalin kerjasama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari BUMN Danareksa Holding, untuk mengelola proses kliring dan penyelesaian transaksi.
Agung juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi yang sehat dengan semua pemangku kepentingan dalam industri kelapa sawit, mulai dari petani kecil hingga perusahaan besar. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah tidak hanya untuk menyediakan pasar yang terbuka bagi semua, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas produk serta efisiensi dalam perdagangan komoditas.
Sebelumnya, pada hari Jumat (4 Oktober), acara pengenalan IX Indobursa Exchange kepada para pemangku kepentingan telah berlangsung. Ini adalah sebuah kesempatan untuk memperlihatkan potensi pembaruan dalam perdagangan komoditas yang lebih transparan, teratur, dan efektif.
Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kasan, menekankan bahwa pengenalan IX Indobursa Exchange merupakan langkah nyata menuju pencapaian yang telah dicanangkan oleh pemerintah setahun sebelumnya. Ia menekankan peran strategis Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dalam menentukan arah pasar komoditas global.
"Upaya pemerintah akan terus berlanjut untuk menciptakan referensi harga yang transparan dan kredibel, terutama di sektor industri CPO, guna memperkuat posisi Indonesia di kancah pasar internasional," ungkapnya.
Budi Susanto, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, menambahkan bahwa peluncuran bursa komoditi berjangka oleh IX Indobursa Exchange menandai kemajuan signifikan menuju transparansi dan efisiensi dalam perdagangan, khususnya untuk kelapa sawit, yang dianggap sebagai salah satu pilar utama ekonomi Indonesia.
Arsjad Rasjid, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN), juga mengungkapkan harapannya agar IX Indobursa Exchange dapat menjadi platform yang tidak hanya efisien dan transparan, tetapi juga mampu memfasilitasi *price discovery* untuk komoditas strategis yang mendukung perekonomian nasional, dari sektor pertanian, perkebunan, hingga energi.
ANTARA
Peluncuran IX Indobursa Exchange Dorong Transparansi Perdagangan Komoditas
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







