**Borneonews - Pangkalpinang**, Sektor pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang belum sepenuhnya pulih ternyata berkontribusi terhadap penurunan penerimaan pajak di wilayah tersebut. Menurut informasi yang disampaikan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan perpajakan hingga bulan Agustus 2024 mengalami kontraksi sebesar 3,83 persen.
Hingga Agustus tahun ini, total penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1,96 triliun, yang berarti sudah mencapai 59,17 persen dari target yang ditetapkan. Namun, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, terdapat penurunan sebesar 3,83 persen.
Kepala Kanwil DJPb Kepulauan Babel, Edih Mulyadi, menekankan bahwa perlambatan dalam sektor perdagangan dan pertambangan merupakan penyebab utama dari kontraksi penerimaan pajak itu. Hal ini disebabkan oleh belum pulihnya aktivitas penambangan bijih timah yang menjadi salah satu komoditas utama di daerah tersebut.
Lebih lanjut, Edih menjelaskan bahwa kegiatan penambangan timah masih mengalami kendala, sehingga terjadi penurunan dalam penyerahan timah kepada beberapa kolektor di wilayah ini. Akibatnya, dampak langsung terlihat pada penerimaan pajak daerah.
Di samping itu, perlambatan kinerja perpajakan juga dipengaruhi oleh berkurangnya setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sektor perdagangan besar dan eceran. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan kontribusi dari fee atau kontrak yang berkaitan dengan sektor timah.
Harga komoditas timah yang menurun sepanjang tahun 2023 juga berdampak pada penurunan Pajak Penghasilan (PPh) tahunan yang wajib dibayarkan pada tahun 2024.
Di sisi lain, untuk sektor pajak perdagangan internasional, realisasi penerimaan sampai akhir Agustus 2024 mencapai Rp9,55 miliar, yang setara dengan 14,97 persen dari target yang ditentukan. Edih menambahkan bahwa kontribusi yang relatif rendah ini lebih disebabkan oleh turunnya aktivitas di sektor pertambangan timah, yang berdampak langsung pada penerimaan bea masuk terkait impor bahan pendukung seperti *anthracite* dan *graphite rod*.
ANTARA
Kontraksi Penerimaan Pajak Babel Dipicu Sektor Timah yang Lemah
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







