**Borneonews - Pangkalpinang**, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya mendorong pertumbuhan sektor ekonomi dan keuangan syariah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk turut mendukung perekonomian nasional yang lebih baik.
Dalam suatu keterangan pers, Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, menyampaikan rasa syukur atas pertumbuhan positif yang ditunjukkan oleh ekonomi dan keuangan syariah di wilayah ini. Keterangan tersebut disampaikan setelah Rapat Pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) serta Rapat Sinergi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional Tahun 2024 yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, di Jakarta.
Sugito menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan semua kepala daerah untuk terus mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah. Ia merasa bangga dan termotivasi oleh kemajuan yang dialami oleh sektor ekonomi syariah di Indonesia, yang telah menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Sebuah kajian yang dilakukan oleh Ekonomi dan Keuangan Syariah (KEKSI) Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada Triwulan II tahun 2023, kontribusi aktivitas usaha syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 46,71 persen, yang setara dengan Rp9.826,8 triliun. Sugito menjelaskan bahwa adanya pertumbuhan signifikan ini bukan hanya menandakan potensi besar dari sektor syariah untuk mendukung perekonomian nasional, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, ekonomi dan keuangan syariah telah berkembang secara positif, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dia juga menambahkan bahwa kemajuan tersebut mengukuhkan posisi sektor syariah sebagai arus baru dalam ekonomi yang dapat berjalan beriringan dengan ekonomi konvensional, berkontribusi pada peningkatan ketahanan ekonomi nasional.
Ma'ruf Amin menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara sistem konvensional dan syariah dalam pembentukan *dual economy system*. Dia menyatakan bahwa pencapaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen bersama.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada tempat bagi kepuasan diri atas pencapaian saat ini. Ke depan, ekonomi dan keuangan syariah harus terus berupaya untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional, beradaptasi dengan cepat, dan siap merespons berbagai peluang yang muncul di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
ANTARA
Pemerintah Babel Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah
Bagikan:

BANGKA BELITUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







