JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Paulus Christian Siswantoko, mengenang mendiang Romo Benny Susetyo, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai sosok yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Bangsa Indonesia. Dalam perbincangan yang berlangsung, Romo Paulus, yang lebih akrab dipanggil Romo Koko, mengungkapkan kenangannya terhadap Romo Benny semasa mereka bekerja bersama di KWI. Ia menggambarkan Romo Benny sebagai pribadi yang baik hati, peka terhadap kondisi sosial, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan bangsa. "Romo Benny adalah pribadi yang baik, peka, dan sangat peduli dengan kondisi bangsa. Beliau memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Indonesia," tuturnya. Romo Koko juga menyoroti integritas Romo Benny yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan (HAK) KWI. Menurutnya, Romo Benny selalu menegakkan prinsip kejujuran dan berani menolak segala macam hal yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, etika, keadilan, dan toleransi. "Kehilangan sosok seperti Romo Benny ini sangat menyedihkan, karena beliau adalah tipe orang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan bangsa saat ini," katanya menambahkan. Dari informasi yang diperoleh, BPIP telah mengonfirmasi bahwa Romo Benny menghembuskan nafas terakhirnya pada dini hari Sabtu kemarin. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat, dan Administrasi BPIP, Mahnan Marbawi, yang menyatakan bahwa Romo Benny meninggal saat menjalankan tugas untuk memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di Pontianak, Kalimantan Barat. Lebih lanjut, Mahnan Marbawi menjelaskan bahwa jenazah Romo Benny akan diberangkatkan menuju kediaman keluarganya di Malang. Proses pemindahan jenazah akan dilakukan melalui Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, pada hari ini. Jenazah dijadwalkan akan disemayamkan di Rumah Duka Gotong Royong Malang, dan rencananya akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sukun pada hari Senin, 7 Oktober. Atas kepergian Romo Benny, BPIP menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. "Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi BPIP serta seluruh Bangsa Indonesia," ungkap Marbawi dengan rasa sedih. ANTARA