BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mukomuko, yang terletak di provinsi Bengkulu, telah menyalurkan bantuan berupa berbagai bahan kebutuhan pokok kepada keluarga Pangki Umara, seorang lelaki berusia 35 tahun yang ditemukan telah meninggal dunia akibat tertimpa pohon di hutan setempat. Pangki merupakan warga dari Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Lubuk Talang. Zoni Fourwanda, Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Mukomuko, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup upaya pencarian korban yang hilang tetapi juga dukungan untuk keluarga yang ditinggalkan. "Kami memberikan bantuan mulai dari pencarian korban hilang di hutan dan ada juga bantuan untuk keluarga korban,” tutur Zoni dalam keterangannya dari Mukomuko pada hari Sabtu. Penggalian informasi menunjukkan bahwa Pangki Umara dilaporkan hilang sejak tanggal 30 September 2024, saat melakukan pekerjaan sebagai penebang kayu. Selama proses pencarian, jasadnya ditemukan pada tanggal 3 Oktober 2024 di lokasi yang sama di mana ia dilaporkan hilang. Proses pencarian diadakan oleh warga Kecamatan Malin Deman, pihak pemerintah daerah, dan personel dari Pos SAR setempat. Zoni menambahkan harapannya, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban istri dan dua anak dari almarhum. "Bantuan dari pemerintah daerah ini mulai disalurkan sejak awal pencarian korban ditambah bantuan untuk keluarga korban yang ditinggalkan," jelasnya. Menurut informasi yang diterima oleh Dinas Sosial Mukomuko, insiden yang mengakibatkan hilangnya Pangki Umara terjadi pada sore hari tanggal 30 September, sekitar pukul 14.00 WIB. Kronologi kejadian bermula pada pukul 08.00 WIB ketika Pangki bersama rekannya, Murdani, pergi ke hutan produksi terbatas di belakang UPT Lapindo untuk menebang pohon menggunakan *gergaji mesin*. Di tempat penebangan, mereka tersebar pada jarak sekitar 500 meter satu sama lain. Namun, saat cuaca mulai mendung dan kemungkinan hujan mendekati pukul 14.00 WIB, Murdani mendatangi tempat istirahat yang ia tempati. Usahanya untuk berkomunikasi dengan Pangki tidak berbalas, sehingga Murdani mulai mencarinya di sekitar area tersebut tetapi tidak berhasil menemukannya. Akhirnya, Murdani pulang ke UPT Lapindo untuk meminta bantuan warga, namun pencarian hingga malam hari dan keesokan paginya tidak membuahkan hasil. Keberadaan Pangki Umara yang meninggal diakibatkan oleh bencana alam ini menjadi sebuah pengingat penting akan bahaya yang dapat terjadi dalam aktivitas di hutan. Dinas Sosial terus berupaya memberikan dukungan bagi keluarga korban demi mengurangi dampak emosional dan finansial yang ditimbulkan oleh kejadian tragis ini. ANTARA