BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Belitung**, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini mencatat nilai transaksi di Pasar Tani mencapai Rp16,7 juta. Penjualan ini terjadi pada hari Jumat, 4 Oktober 2024, dengan partisipasi dari 19 pedagang. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP, Tenny Meireni, menjelaskan bahwa meskipun angka transaksi kali ini lebih rendah dibandingkan dengan bulan Desember tahun lalu, keberadaan Pasar Tani tetap memberikan dampak yang signifikan bagi pendapatan petani. Hal ini disebabkan karena para petani dapat menjual hasil panen mereka langsung kepada konsumen. Pada bulan Desember 2023, nilai transaksi di Pasar Tani tercatat lebih dari Rp20 juta dengan keterlibatan 29 pedagang. Perhitungan ini dilakukan berdasarkan akumulasi pendapatan yang diperoleh masing-masing pedagang selama hari tersebut. "Di Pasar Tani, produk yang dijual sebagian besar merupakan hasil bumi atau panen dari para petani, seperti berbagai jenis sayur mayur, cabai, kacang panjang, timun, dan komoditas hasil pertanian lainnya," ungkap Tenny. Masyarakat umum diizinkan untuk berbelanja di Pasar Tani, bukan hanya pegawai negeri sipil yang biasa berkunjung. Hal ini membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk menikmati hasil pertanian lokal yang segar. Harga produk di Pasar Tani umumnya lebih rendah jika dibandingkan dengan harga di pasar tradisional. Contohnya, sayur bayam dijual seharga Rp1.000 per ikat, sawi Rp5.000 per ikat, dan kangkung juga Rp1.000 per ikat. Selain itu, kacang panjang ditawarkan seharga Rp5.000 per kilogram, sementara timun, bawang merah, dan cabai keriting masing-masing dijual dengan harga yang bersaing. "Semua produk yang dijual di Pasar Tani memiliki kualitas baik dengan harga yang relatif mudah dijangkau, karena dijual langsung oleh petani tanpa melalui perantara," kata Tenny menjelaskan. Dari perspektif yang lebih luas, keberadaan Pasar Tani tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi para petani, tetapi juga berperan dalam membantu mengendalikan inflasi di daerah. ANTARA