BORNEONEWS, Gunung Mas - Seorang ibu muda Warga Desa Tumbang Empas, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bernama Uwik 25, dan dua anaknya yakni Erin (6 tahun) dan Rehu (8 bulan), tewas di kubangan yang berjarak kurang lebih lima ratus meter dari rumah mereka. Kemudian tiga mayat itu di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Kurun untuk divisum.

Kapolsek Sepang AKP Irwan kepada wartawan di sekitar ruang jenazah RSUD Kuala Kurun, Sabtu (20/8/2018) sore, mengungkapkan, korban Uwik bersama dua anaknya meninggalkan rumah, Jumat (19/8/2016, sekitar pukul 11.00 WIB, untuk mandi di kubangan air yang biasa dijadikan tempat mandi oleh mereka. Jarak kubangan air itu tidak jauh dari rumah mereka.

"Ibu bersama dua anak mau mandi di belakang rumah sekitar jam 11.00 WIB. Dan suaminya pulang dari tempat kerja jam 6 sore (pukul 18.00 WIB). Dan mencari anak dan isterinya tidak ada dan dicari tempat keluarga juga tidak ada," ungkap Irwan mewakili Kapolres Gumas AKBP Pria Premos.

Lantaran suami almarhum Uwik yang bernama Riki, 28, tidak menemukan isteri dan dua anaknya. Kemudian mencari ke belakang rumah dan menemukan baju. Melihat hal tersebut, sang suami masih mencari dan menemukan lanjung yang digunakan untuk membawa pakaian yang dicuci.

"Namun orangnya (ibu dan dua anak) tidak ada. Kemudian, bersama masyarakat kita melakukan pencarian," terang Irwan.

Setelah dilakukan pencarian sejak malam hari, katanya, kedua anak ditemukan tenggelam dan sudah tidak bernyawa di kubangan air, Sabtu (20/8/2016), sekitar pukul 11.30 WIB. Kemudian, kedua mayat itu langsung diangkat dari air.

"Yang lebih dulu ditemukan anaknya," katanya.

Pncaharian untuk menemukan Uwik berlanjut. Kerban ditemukan di kubangan yang berjarak kurang lebih 100 meter dari penemuan kedua anaknya. Kedalaman kubangan diperkirakan 2-3 meter dan tidak terlalu besar. Ketiga korban pun dibawa ke RSUD Kuala Kurun untuk divisum.

"Nanti bisa ditentukan oleh visum apakah tenggelam atau tindak kekerasan dan sebagainya kita masih belum tau," terangnya.

Dia menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penemuan tiga mayat ibu dan anak itu, untuk mengungkap kasus tersebut. (EPRA SENTOSA/m)