**Borneonews - Solo**, Pemilik bengkel yang khusus bergerak dalam modifikasi kendaraan untuk penyandang disabilitas, Budiyanto, mengungkapkan bahwa usaha yang ia jalankan mengalami peningkatan omzet seiring dengan diselenggarakannya Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024.
Budiyanto, yang menjalankan bengkel bernama Budi Mandiri, menambahkan bahwa ia sudah menerima beberapa pesanan, di antaranya berasal dari atlet kontingen Jawa Timur yang membutuhkan modifikasi untuk sepeda motor roda tiga.
"Beberapa waktu lalu, seorang atlet dari Mojokerto yang mengalami amputasi pada satu kaki datang ke bengkel saya. Kebetulan dia menginap di hotel yang sama dengan saya dan mencoba salah satu motor buatannya," ujar Budiyanto saat bertemu dengan jurnalis di sekitar Stadion Manahan, Solo, pada hari Sabtu. Ia menyebutkan bahwa atlet tersebut mencoba motor yang merupakan hasil produksi bengkel umum, kemudian tertarik untuk mencoba karyanya. "Setelah merasakan, dia berkata, 'Wah, enak punya Pak Budi. Kalau saya menang, saya pasti akan beli ini,'" lanjut Budiyanto.
Sebagai seorang mantan atlet tenpin bowling, Budiyanto tidak hanya merasakan atmosfer Peparnas, tetapi juga telah berpengalaman dalam dunia modifikasi kendaraan selama dua dekade. Mengenai besaran tarif untuk layanan modifikasinya, ia menetapkan harga berkisar antara 3 juta hingga 5 juta Rupiah. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa tarif tersebut bersifat fleksibel, tergantung pada kemampuan ekonomi pelanggan.
"Untuk modifikasi posisi di tengah, umumnya saya mematok harga 3 juta sampai 4 juta Rupiah. Begitu juga untuk bagian samping, jika ingin yang lebih kualitas, bisa mencapai 5 juta Rupiah," jelas Budiyanto.
Ia juga menjabat sebagai panitia dalam pelaksanaan Peparnas 2024, dan memberi pesan kepada rekan-rekannya yang difabel agar tidak merasa khawatir terkait dengan biaya yang ditawarkan. Baginya, selama ada keinginan yang kuat, harga tidak akan menjadi penghalang. Budiyanto menambahkan, "Harapan saya untuk teman-teman difabel yang belum memiliki motor, segera buat. Berapapun anggarannya, saya bisa sesuaikan. Tarif saya mengikuti kondisi ekonomi pemesan. Saya memastikan keuntungan saya tidak terlalu tinggi."
Saat ini, Budiyanto menjalankan bengkelnya di daerah Karang Anyar dan telah memanfaatkan media sosial, seperti Facebook, untuk memasarkan produk modifikasinya. Saat ini, sejumlah sepeda motor hasil modifikasi telah berhasil dikirim ke berbagai kota, termasuk Surabaya, Banyuwangi, dan Batam.
ANTARA
Bengkel Modifikasi Difabel Alami Kenaikan Omzet Saat Peparnas 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kotim Prihatin Kebun Warga Terbakar dan Terancam Kehilangan Penghasilan
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea
Pemkab Kobar Dorong Untama Jadi PTN dan Buka Fakultas Kedokteran
Acara Pemakaman di Gereja Yordania Diserang, Tujuh Orang Tewas
Kabut Asap Tebal Ganggu Penyeberangan Feri Mawar Kuala Kapuas
Pelaku Penggelapan Pajak Rp1,1 Miliar Diserahkan ke Jaksa
Komentar (0)
Memuat komentar…






