MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat telah membuka pendaftaran bagi seluruh masyarakat yang berminat untuk menjadi orang tua asuh bagi pelajar asing dalam program pertukaran pemuda antarnegara. Langkah ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan interaksi dan komunikasi antarbangsa melalui kegiatan yang bertujuan memperkenalkan budaya satu sama lain. Pelaksana Harian Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Anang Zulkarnain, menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut. "Kami ingin masyarakat Nusa Tenggara Barat terlibat dalam mendampingi para peserta pertukaran pemuda yang datang ke wilayah ini," ujarnya di Mataram. Program ini memberikan sebuah kesempatan berharga bagi para pemuda dari berbagai negara untuk mengalami budaya dan tradisi lokal secara langsung, sekaligus memperkuat hubungan internasional. Dengan menjadi orang tua asuh, masyarakat tidak hanya mendukung proses pertukaran budaya, tetapi juga berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan potensi para pemuda internasional yang akan tinggal di NTB selama program berlangsung. Anang menekankan pentingnya peran orang tua asuh dalam membantu pelajar asing beradaptasi dengan budaya yang ada di Nusa Tenggara Barat. Mereka diharapkan mampu memberikan dukungan dan bimbingan yang akan memudahkan para peserta dalam proses penyesuaian diri. Ini termasuk pengenalan terhadap kekayaan budaya dan tradisi lokal yang dimiliki NTB. Pendaftaran untuk menjadi orang tua asuh terbuka bagi masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu. Beberapa persyaratan tersebut mencakup komitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada peserta, memiliki akomodasi yang layak, serta kesiapan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program ini. Menjadi orang tua asuh bukan hanya memberikan pengalaman menarik, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi yang signifikan dalam memperkuat jalinan hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya. Dinas Pemuda dan Olahraga NTB akan menerima 21 calon orang tua asuh, dengan batas akhir pendaftaran yang ditetapkan pada 10 Oktober 2024, atau lebih cepat jika kuota yang diperlukan telah terpenuhi. Anang berharap keterlibatan masyarakat dalam program ini bisa lebih luas, sehingga dampaknya dapat memperkenalkan kehangatan dan keramahan masyarakat Nusa Tenggara Barat kepada dunia luar. ANTARA