PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak tahun 2016, sebuah area konservasi telah dijalankan dengan konsep prapelepasliaran orangutan, bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF. Area konservasi ini berada di Pulau Salat, Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah di bawah binaan kerja sama PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS bersama BOSF.

Chief Sustainability Officer PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio W mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen kuat terhadap konservasi dan berbagai program lingkungan kepada media dan para pembeli.

"Melalui inisiatif ini, SSMS ingin memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab," kata Henky pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Baru-baru ini, baru saja dilepasliarkan kembali dua individu orangutan ke Pulau Salat ini. "Program prapelepasliaran orangutan ini tidak hanya menjadi simbol dedikasi terhadap konservasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya remediasi dan kompensasi yang diperlukan untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO," katanya lagi.

Sertifikasi RSPO ini, kata Henky, penting untuk memastikan bahwa praktik-praktik yang dilakukan memenuhi standar keberlanjutan yang diakui secara internasional. Dengan demikian, program ini menjadi salah satu prasyarat penting dalam proses sertifikasi tersebut.

--page

"Kerja sama dengan BOSF telah membawa banyak manfaat, termasuk peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian orangutan dan habitatnya," tuturnya.

BOSF sendiri dikenal sebagai organisasi yang berdedikasi dalam melestarikan orangutan Kalimantan dan habitatnya. Melalui program ini, orangutan yang telah direhabilitasi dapat dipersiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke alam liar, memastikan mereka dapat bertahan hidup secara mandiri.

"Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan melibatkan media dan pembeli, diharapkan pesan tentang pentingnya konservasi dan keberlanjutan dapat tersebar lebih luas. Hal ini juga membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam praktik-praktik konservasi yang dilakukan," jelas Henky.

Sejak dimulainya program ini, berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mendukung tujuan konservasi. Mulai dari rehabilitasi orangutan, pelatihan staf, hingga pengembangan infrastruktur yang mendukung keberhasilan program. Semua ini dilakukan dengan tujuan akhir untuk memastikan bahwa orangutan dapat kembali ke habitat alami mereka dengan aman dan sehat.

"Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang solid, program prapelepasliaran orangutan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan. Melalui upaya bersama ini, masa depan orangutan dan habitatnya dapat terjaga dengan baik, sekaligus memenuhi standar keberlanjutan yang diakui secara global," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/Y)