KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Realisasi pendapatan di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga tanggal 4 Oktober 2024 tercatat mencapai angka Rp3,2 triliun. Hal ini disampaikan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra. Kepala Kanwil DJPb Sultra, Syarwan, menjelaskan bahwa pendapatan tersebut terdiri dari penerimaan dalam negeri seperti pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dari total pendapatan, sektor perpajakan menyumbang sebesar Rp2,5 triliun, sedangkan PNBP berkontribusi sebesar Rp700 miliar. Malahan, Syarwan mencatat bahwa realisasi pendapatan ini menunjukkan adanya kontraksi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (*year on year* atau yoy). Ia merinci, untuk penerimaan pajak mengalami penurunan sebesar 0,22 persen, sementara PNBP menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,67 persen. Dalam laporan yang sama, hasil belanja negara di Sultra pada waktu yang sebanding mencapai Rp19,23 triliun dari total pagu yang ditetapkan sebesar Rp27,27 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp5,7 triliun serta transfer ke daerah (TKD) senilai Rp13,53 triliun. Syarwan menambahkan, total realisasi belanja negara mencapai 70,53 persen dari pagu yang ditentukan, dengan rincian belanja K/L sebesar 66,43 persen dan TKD sebanyak 72,41 persen dari pagu yang ditentukan. Jika dilihat dari tahun ke tahun, belanja K/L mengalami pertumbuhan sebesar 1,60 persen, sedangkan TKD mencatatkan peningkatan yang lebih signifikan, yakni mencapai 9,59 persen. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menduduki posisi teratas dalam belanja K/L, dengan realisasi sebesar Rp1,12 triliun, yang setara dengan 19,7 persen dari total realisasi di Provinsi Sultra. Sementara itu, kementerian yang mencatatkan pertumbuhan belanja tertinggi adalah Kementerian Perhubungan, dengan peningkatan mencapai 32,33 persen, diikuti oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN yang tumbuh sebesar 26,16 persen. ANTARA