BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Syaifudin Tagamal, mengeluarkan imbauan kepada orang tua dan wali murid untuk secara aktif memantau aktivitas anak-anak mereka. Hal ini penting agar generasi muda terhindar dari keterlibatan dalam aktivitas negatif, termasuk dalam geng motor yang dapat merugikan masyarakat. Dalam pernyataannya, Syaifudin menyampaikan keprihatinan terhadap perilaku sebagian anak muda di Bengkulu yang terjebak dalam kegiatan geng motor serta terlibat dalam berbagai tindakan kriminal yang bertentangan dengan hukum. Ia mengajak orang tua untuk mengambil peranan lebih dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak mereka, sehingga dapat mengurangi keterlibatan mereka dalam kegiatan yang berisiko. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pergaulan anak, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Melalui pengawasan tersebut, diharapkan anak-anak dapat terhindar dari pergaulan yang buruk, yang berpotensi merusak masa depan mereka. Sebelumnya, Kepolisian Resort Kota Bengkulu telah melaksanakan pembinaan kepada 32 pelajar yang terlibat dalam geng motor. Pembinaan ini diadakan dengan kehadiran orang tua, kepala sekolah, serta tokoh masyarakat dan agama setempat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada para pelajar mengenai akibat dari tindakan mereka dan mendorong mereka untuk tidak mengulangi kesalahan serta meninggalkan geng motor. Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Deddy Nata, menegaskan bahwa tindakan membawa senjata tajam dan melukai orang lain tidak boleh dianggap sebagai kenakalan remaja, melainkan sudah masuk dalam kategori kejahatan. Ia juga menyatakan bahwa fenomena geng motor di Kota Bengkulu sangat mengkhawatirkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, perlu disikapi dengan serius karena tidak bisa lagi dipandang sebagai perilaku remaja yang penuh eksperimentasi, melainkan sebagai tindakan yang bisa berujung pada tindak pidana. ANTARA