BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Tanggamus**, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung tengah melaksanakan rehabilitasi jalan pada ruas Kuripan-Kota Agung, yang terletak di Kabupaten Tanggamus. Proyek ini mencakup perbaikan sepanjang 0,7 kilometer dengan tujuan utama untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat di daerah tersebut. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, menjelaskan bahwa ruas jalan Kuripan-Kota Agung memiliki peran penting sebagai akses bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, jalan ini juga berpotensi memfasilitasi kunjungan wisatawan ke berbagai tempat wisata yang terletak di sepanjang ruas jalan tersebut. Dengan total panjang jalan Kuripan-Kota Agung mencapai 21,46 kilometer, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas jalan ini melalui program rehabilitasi di tahun 2024. Untuk tahap rehabilitasi saat ini, panjang yang ditangani adalah 0,7 kilometer. Proses perbaikan ini menggunakan material *hotmix*, dengan total nilai kontrak mencapai Rp5,2 miliar. Melalui langkah rehabilitasi ini, diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas masyarakat setempat serta meningkatkan aksesibilitas di daerah Tanggamus. Dalam pernyataannya, Taufiqullah menambahkan bahwa ruas jalan ini berfungsi sebagai penghubung penting antar kecamatan, termasuk Kecamatan Kelumbayan Induk, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kecamatan Cukuh Balak, Kecamatan Limau, dan Kecamatan Kota Agung Timur. Berdasarkan informasi terkini, dari total panjang jalan 21,4 kilometer, terdapat 11,4 kilometer yang dalam kondisi baik, 4,5 kilometer dalam kondisi sedang, 2,3 kilometer mengalami kerusakan ringan, dan 3,2 kilometer dalam kondisi rusak berat. Untuk mendukung perbaikan jalan ini, telah dilaksanakan beberapa program rehabilitasi sebelumnya. Pada tahun 2021, rehabilitasi dilakukan sepanjang 0,86 kilometer dengan anggaran Rp1,9 miliar, diikuti oleh rehabilitasi pada tahun 2022 yang mencapai 2,0 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp4,9 miliar. Program rehabilitasi berlanjut pada tahun 2023 dengan panjang penanganan 1,71 kilometer dan nilai kontrak serupa, yakni Rp4,9 miliar. Rencana rehabilitasi tahun 2024 pun diharapkan mencakup perbaikan sepanjang 0,7 kilometer dengan anggaran Rp5,2 miliar. Di sisi lain, direncanakan juga akan ada penanganan jalan melalui APBD Perubahan 2024 yang mencakup 0,38 kilometer dengan dana sebesar Rp2 miliar, serta kebutuhan untuk penanganan sepanjang 4,43 kilometer yang memerlukan biaya sebesar Rp27,7 miliar. Taufiqullah menyampaikan bahwa proyek rehabilitasi jalan sepanjang 0,7 kilometer ini direncanakan selesai secara kontrak pada akhir bulan Desember. Hingga saat ini, progres pekerjaan sudah mencapai 99 persen, hanya menyisakan pengerjaan tanda marka jalan yang masih perlu diselesaikan. ANTARA