JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana Sp.S(K), menekankan bahwa visi pendidikan menuju masa depan tidak hanya terfokus di dalam ruang kelas, tetapi juga perlu beranjak ke ruang terbuka yang hijau. Ia menjelaskan, "Ruang terbuka ini dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat untuk saling berinteraksi." Pembelajaran yang diusung tidak lagi hanya terfokus pada ruang kelas, tetapi juga melibatkan aktivitas di luar kelas yang memungkinkan terjadinya interaksi antardisiplin. Ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih holistik, mendorong kolaborasi di antara berbagai bidang ilmu. Sebagai langkah konkret, baru-baru ini dilakukan peluncuran ruang terbuka hijau (RTH) di Universitas Katolik Atma Jaya. Peluncuran ini dipimpin oleh Uskup Ignatius Kardinal Suharyo, yang juga merupakan Uskup Keuskupan Agung Jakarta serta Pembina Yayasan Atma Jaya. Kehadiran RTH ini diharapkan dapat menjadi simbol semangat kebersamaan serta dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan. Desain RTH ini merupakan sebuah ruang hijau multifungsi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan edukasi, interaksi, dan rekreasi bagi seluruh komunitas Atma Jaya serta masyarakat sekitar. Selain sebagai tempat pembelajaran, RTH ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang hijau, terutama di tengah pesatnya perkembangan kawasan urban seperti Jakarta. Di dalam RTH terdapat 135 pohon yang terdiri dari beberapa jenis unik yang membawa filosofi tersendiri, seperti Pohon Soekarno, Pohon Boddi, dan Pohon Moringa. Setiap pohon juga dilengkapi dengan identitas berbentuk *barcode*, agar para pengunjung dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai jenis-jenis pohon tersebut. Di area ini juga disediakan 92 sumur resapan guna membantu manajemen air hujan. Ketua Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi, menyampaikan bahwa dalam proses revitalisasi RTH, mereka sangat memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk menjaga tanaman di area tersebut agar tidak rusak akibat kegiatan pembangunan yang berlangsung. "Universitas Katolik Atma Jaya berharap RTH ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai keberlanjutan serta memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ungkap Linus. Sementara itu, Uskup Ignatius Kardinal Suharyo mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam merawat Bumi sebagai rumah bersama. Dengan kehadiran RTH ini, Uskup Ignatius selanjutnya menekankan pentingnya menjaga ruang terbuka hijau tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara kolektif. Ia berharap ruang ini dapat berfungsi sebagai sumber inspirasi dan refleksi, menyadarkan kita semua akan tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. ANTARA