BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan Ahmad Yantenglie menilai, keberadaan bangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) ‎Narkotika kelas III Kasongan masih representatif. 

"Saya melihat desain bangunan seukuran penjara ini sudah respresentatif, serta pelayanan juga cukup memadai," kata bupati saat meninjau bangunan Lapas setempat usai menyerahkan surat remisi kepada narapidan baru-baru ini.

Ia menilai, dari sekian banyak penjara yang pernah disinggahi, Lapas Narkotika Kelas III Kasongan cukup memberikan pelayanan kepada warga binaan secara manusiawi.‎ "Dari apa yang kita lihat memang cukup bagus," ucapnya.

Di sisi lain, selain menunggu selesainya vonis hukuman penjara, kepada ratusan warga binaan Yantenglie perpesan agar merenungi segala perbuatannya selama ini. "Lapas diharapkan memberikan penyadaran agar tidak terjerumus ke lubang hitam lagi. Kapan perlu difasilitasi pelatihan-pelatihan seperti menjahit, perbengkelan dan yang lain," sebutnya.

Bahkan jika perlu, sebutnya, Lapas atau lembaga lainnya melakukan survei penelitian terkait seberapa besar tingkat kesuksesan suatu penjara dalam membina para narapidana yang sudah keluar.

"Yang dinilai itu outputnya, apakah lebih banyak narapidana yang sukses dengan bekerja halal atau malah kembali dipenjara karena tersangkut hukum," imbuhnya.

Sebab, sambungnya, hal itu penting sebagai bahan evaluasi lembaga pemasyarakatan kedepan. Sebab tanpa adanya upaya pendekatan seperti itu, maka sebesar apapun kapasitas suatu penjara maka akan selalu dijejali narapidana.

"Jangan sampai mereka justru kembali lagi ke tempat ini. Kalau seperti itu berarti hukuman penjara tidak memberikan efek jera bagi yang bersangkutan," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas III Kasongan Sudirman Jaya mengakui jika Lapas yang dipimpinnya saat ini hanya berkapasitas sekitar 200 narapidana saja. Namun minimnya jumlah Lapas tidak sebanding dengan besarnya jumlah narapidana yang masuk selama ini.

"Sampai saat ini warga binaan baik itu titipan ada sekitar 312 orang. Tentu saja overload, tapi kondisi seperti ini memang menjadi permasalahan di seluruh penjara Indonesia," pungkasnya. (HAIRUL SALEH)